Kursus Anak
Pengalaman bermusik akan memperkaya kehidupan.
Memberikan peluang untuk menemukan musik adalah hadiah yang bermakna bagi anak.
Musik menginspirasi mereka untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan baru dan kemajuan di masa depan.
Dan musik akan selalu bersama mereka di sepanjang hidup mereka.
Untuk usia 2 tahun
Untuk usia 3-5 tahun, lesson yang baru akan dimulai pada tanggal 1 Agustus 2025!
Melalui permainan Piano dan Electone, kami memupuk kemampuan untuk menikmati musik secara bebas.
Untuk usia 6 tahun ke atas
Orang yang memilih Yamaha
HIROMI UEHARA
Hiromi Uehara, yang juga dikenal sebagai Hiromi, adalah seorang komposer dan pianis jazz Jepang, yang lahir pada tahun 1979 di Kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, Jepang. Perjalanan musiknya dimulai pada usia 6 tahun ketika dia mulai bermain piano dan sekaligus belajar komposisi di Sekolah Musik Yamaha.
Terkenal karena keterampilan teknisnya yang luar biasa, pertunjukan live yang dinamis, dan perpaduan unik aliran musik—mulai dari stride, post-bop, dan rock progresif hingga klasik dan fusion—dia menerima penghargaan 'Best Contemporary Jazz Album' di Grammy Awards ke-53 pada tahun 2011. Yang tak kalah pentingnya, dia tampil di Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020.
Pertanyaan Umum (Kursus Anak)
Selama di kelas percobaan, orang tua dan anak diundang untuk mencoba kursusnya, sekilas gambaran tentang pengajaran di kelas. Dalam observasi kelas, peserta menyaksikan kelas yang sedang berlangsung, untuk memperoleh wawasan tentang dinamika kelas dan isi pelajaran.
Di Primary Course (Tahun ke-1 dan semester pertama Tahun ke-2), orang tua atau wali wajib hadir mendampingi karena kehadiran mereka menginspirasi anak-anak, menumbuhkan kecintaan terhadap musik, serta memberikan rasa aman. Hal ini juga membantu keluarga mendukung latihan di rumah. Mulai semester kedua Tahun ke-2, pelajaran secara bertahap beralih untuk memupuk kemandirian, dan mulai Tahun ke-3 ke atas, kehadiran wali bersifat opsional.
Di Sekolah Musik Yamaha, anak-anak tidak hanya mempelajari teknik bermain tetapi juga keterampilan musik yang holistik. Berbeda dengan sekolah musik umum yang berfokus terutama pada membaca dan memainkan musik, kurikulum kami—yang mencakup “mendengar, menyanyi, bermain, membaca, dan mencipta”—secara efektif menumbuhkan keterampilan musik dasar yang bertahan seumur hidup. Itulah sebabnya lulusan Yamaha dapat terus menikmati musik sepanjang hidup mereka, bahkan jika mereka berhenti memainkan alat musik.