Arranger Workstation: Membuka pasar bagi para pelaku hiburan solo
Membuka Jalan Baru dengan Keyboard Portabel Kelas Atas
Pada awalnya, keyboard portabel sering kali dianggap sebagai alat musik untuk pemula, anak-anak, dan remaja. Karena sifatnya yang portabel dan tidak memerlukan pengetahuan khusus atau teknik bermain tingkat lanjut, keyboard portabel tidak dianggap sebagai alat musik yang serius. Peluncuran PS-6100 pada tahun 1984 membawa citra keyboard portabel ke arah yang baru.
Yang pertama dan terpenting adalah perubahan besar dalam jumlah tuts. Sampai dengan saat itu, model keyboard portabel memiliki maksimal 49 tuts, karena lebih banyak tuts akan mengurangi portabilitas dan kesederhanaannya. PS-6100 merupakan model pertama yang memiliki 61 tuts berukuran standar, jumlah yang sama seperti synthesizer DX7, yang telah menjadi populer di seluruh dunia sejak diluncurkan pada tahun sebelumnya. Dengan memiliki 61 tuts, PS-6100 mampu digunakan sebagai keyboard profesional. Dan dengan casing yang dirancang oleh arsitek dan desainer Italia, Mario Bellini, PS-6100 menciptakan citra baru keyboard portabel. Keyboard ini diberi nama “Keyboardissimo” karena merupakan puncak teknologi elektronik Yamaha pada masanya.
PS-6100 memiliki tone generator FM yang sama seperti DX7 dan rhythm generator PCM, dan juga mendukung MIDI, yang saat itu sedang naik daun menjadi standar teknis untuk pertukaran data permainan antar alat musik elektronik, tanpa memandang produsennya—dan bahkan dilengkapi dengan Buku Panduan MIDI sebagai tambahan pada buku petunjuknya. Pada saat itu, faktanya tidak ada synthesizer perusahaan yang memiliki tone generator multi-timbral yang mampu menerima beberapa channel MIDI (hal seperti itu hanya dapat dilakukan pada TX816 dengan beberapa modul tone generatornya). Seperti keyboard lainnya, PS-6100 hanya dapat menerima dan mengirimkan satu jenis data: apakah tuts menyala (ditekan) atau mati (dilepaskan). Namun, keyboard ini dapat menerima beberapa channel untuk kontrol volume, yang memungkinkan kontrol MIDI individual untuk Orchestra Upper, Orchestra Lower, Solo, Bass, Chord, dan Rhythm, dan juga dapat beralih antar pola ritme.
Dengan harga 220.000 yen, PS-6100 lebih mahal 50.000 yen daripada PC-1000, model termahal saat itu. Namun, keyboard ini dapat memainkan enam Voice berbeda (termasuk ritme) secara bersamaan dan memiliki fungsi Auto Bass Chord, fungsi Music Programmer untuk rekaman, dan fungsi-fungsi lain yang biasanya memerlukan perangkat keras terpisah yang disebut MIDI sequencer. Untuk satu alat musik yang menawarkan semua fungsi ini, harganya terbilang cukup terjangkau bila dibandingkan dengan banderol harga 248.000 yen untuk DX7. Namun, masa penyimpanan memori yang dijamin untuk fungsi Music Programmer saat itu hanya lima hari; penyimpanan data yang lebih lama lagi memerlukan tape recorder dengan antarmuka kaset (yaitu, data harus direkam dalam bentuk audio). Meskipun tidak terpikirkan saat ini, spesifikasi ini menunjukkan fakta bahwa produk tersebut diciptakan menggunakan teknologi tercanggih yang tersedia saat itu.
PS-6100
Selain itu, desain luar biasa dari Mario Bellini, yang dilengkapi panel kontrol yang bisa dilipat untuk menutupi keyboard, mendapatkan Good Design Award pada tahun 1984. Panel kontrol tersebut berisi banyak sakelar dan slider yang jelas perlu dihubungkan secara elektrik ke tuts-tutsnya. Dengan teknologi sederhana yang tersedia saat itu, sudah pasti diperlukan upaya yang sangat besar untuk mengalirkan listrik ke komponen yang bergerak; kini, kabel pipih umumnya digunakan untuk mengakomodasi komponen yang bengkok.
Setahun setelah peluncuran PS-6100, Yamaha mengeluarkan PSR-50, PSR-60, dan PSR-70, yang semuanya mendukung MIDI. Ketiga model ini menandai lahirnya slogan “Digital Entertainment Keyboard” untuk produk Portatone. Kecepatan inovasi teknologi di era ini terlihat dari harga PSR-70, yaitu 128.000 yen, atau lebih dari setengah harga PS-6100 meskipun memiliki spesifikasi tone generator dan jumlah tuts yang sama (61).
Tahun berikutnya, 1986, PSR-6300 diperkenalkan, yang tetap mempertahankan panel kontrol lipat seperti PS-6100. Meskipun dibanderol dengan harga yang serupa dengan PS-6100 yaitu 218.000 yen, PSR-6300 menjadi titik awal munculnya pendekatan Yamaha yang lebih berorientasi pada produksi musik. Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah fungsi Rhythm Step Light. Hingga saat itu, untuk membuat dan merekam iringan asli, programmer musik perlu memilih pola ritme dasar dan memainkan iringan tersebut pada tuts-tuts secara langsung saat pola ritme tersebut dimainkan. Resolusi pada saat itu adalah not sepertiga puluh dua, jadi jika pengaturan waktu tidak tepat selama perekaman atau jika pemrograman dimulai sebelum frasa diselesaikan, programmer bisa kebingungan dengan ritme mereka sendiri dan menemui jalan buntu. Dengan Rhythm Step Light, orang bisa memasukkan ritme meskipun mereka tidak dapat memainkannya secara seketika.
Faktanya, fungsi Rhythm Light bersifat revolusioner karena memanfaatkan konsep khas keyboard portabel, yaitu menggunakan tuts untuk memasukkan data. Di atas tuts PSR-6300 terdapat ikon Voice drum yang digunakan untuk memainkan perkusi. Angka 1 hingga 32 tertera di atas tuts di bagian kiri; setiap tuts merupakan satu langkah dalam dua birama not seperenam belas (16 x 2 = 32) dan dapat digunakan untuk memasukkan angka yang ditetapkan padanya. Misalnya, untuk memasukkan suara drum bass pada setiap not seperempat, pengguna akan menahan tuts drum bass di sebelah kanan, lalu menekan tuts 1, 5, 9, 13, 17, 21, 25, dan 29 di sebelah kiri. Tuts bernomor pada PSR-6300 berfungsi persis sama seperti layar input matriks pada mesin drum. Layar LCD belum banyak digunakan pada masa itu, sehingga menyediakan antarmuka pengguna semacam ini membutuhkan panel kontrol yang memiliki tombol dan sakelar khusus. Dalam konteks tersebut, menggunakan tuts dan bukannya tombol dan sakelar merupakan sebuah langkah yang brilian.
Di balik penerapan metode input “tidak seketika” dengan menekan tuts untuk membuat musik ini merupakan niat Yamaha untuk memudahkan lebih banyak orang menikmati musik, dan juga dampak dari DTM, atau “musik desktop”, yang kemudian menjadi populer di Jepang. Mulai saat itu, keyboard portabel memang akan menjadi lebih dari sekadar alat musik untuk dimainkan dalam arti tradisional di mana keyboard ini juga akan menggabungkan elemen-elemen produksi musik.
PSR-6300 juga kompatibel dengan penyimpanan data pada kartrid RAM, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan antarmuka tape recorder sebelumnya (yang juga disertakan).
Mario Bellini dan PSR-6300
DSR-1000/2000, keyboard all-in-one pertama dari Yamaha
Seiring meningkatnya popularitas standar MIDI dalam rekaman profesional dan musik komputer, keyboard portabel yang digunakan orang-orang di bidang tersebut untuk membangun ansambel lengkap dari satu perangkat mulai hadir dengan fungsi MIDI berskala penuh. Walaupun PSR-6300 dan keyboard lain pada generasinya mampu menerima beberapa channel MIDI (16 channel untuk mengirimkan berbagai data musik), kontrol volume merupakan satu-satunya yang dapat dilakukan di luar channel utama. Hal tersebut berubah dengan diluncurkannya DSR-1000 dan DSR-2000 untuk memperingati ulang tahun Yamaha yang ke-100 pada tahun 1987 di mana keyboard baru ini dilengkapi tone generator dengan mode penerimaan multi-channel. Sekarang musisi dapat memainkan berbagai hal dengan menggunakan hingga empat Voice pada keyboard portabel mereka sambil menerima data MIDI dari sequencer eksternal (selain memainkan ritme). Meskipun polifoni terbatas, mereka dapat membuat ansambel dengan Voice piano yang memainkan akor empat not, Voice brass yang memainkan dua not, Voice flute yang memainkan melodi satu not, dan Voice bass satu not.
Fungsi ini ditingkatkan sebagian karena memopulerkan musik yang dibuat menggunakan synthesizer dan sequencer secara global pada akhir tahun 1980-an. Tidak seperti keyboard portabel terdahulu, DSR-1000 dan DSR-2000 dilengkapi buku petunjuk yang diawali dengan penjelasan fungsi synthesizer sebelum beralih ke pembuatan suara, komposer ritme, dan perekam sequence, yang pada dasarnya buku ini merupakan buku petunjuk untuk synthesizer all-in-one. Saat DSR series diluncurkan pada tahun 1987, tidak ada produk dalam kategori synthesizer yang memiliki sequencer bawaan. Dan V50 yang diluncurkan pada tahun 1988 merupakan yang pertama, yang memberikan DSR klaim yang sah sebagai synthesizer all-in-one pertama.
Komitmen terhadap Voice yang realistis
Kemajuan teknologi yang luar biasa menyempurnakan fungsi sequencer, synthesizer, dan MIDI pada keyboard portabel. Dengan begitu banyak fitur canggih, keyboard portabel menjadi lebih rumit, yang menghadirkan tantangan berat bagi pemula, khususnya anak-anak. Yamaha akan menyempurnakan PSR series untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan fokus pada keyboard portabel sebagai alat musik yang dimainkan. Salah satu perubahan besar dalam spesifikasi tone generator adalah diperkenalkannya tone generator Dual Architecture Synthesis System (DASS). Walaupun keyboard portabel kelas atas pada saat itu memiliki tone generator FM, keyboard ini juga memiliki rhythm generator PCM untuk sampling (teknik perekaman digital suara alat musik asli) untuk memanfaatkan popularitas teknik ini dan kemudahan dalam mendapatkan suara yang realistis (suara yang mirip dengan alat musik live). Sampling alat musik perkusi relatif mudah; bass drum, snare drum, tamborin, dan alat musik perkusi lainnya hanya memerlukan satu rekaman karena suaranya tidak bertahan lama dan setiap alat musik hanya mengeluarkan satu atau beberapa pitch. Sebaliknya, sampling piano membutuhkan data yang sangat besar mengingat profil setiap nada yang lebih panjang dan fakta bahwa sampel perlu diambil untuk masing-masing dari 88 tuts dan seberapa intens nada-nada tersebut dimainkan. Pada saat itu, memori terlalu mahal untuk membuat sampel Voice piano untuk keyboard portabel dan menjualnya dengan harga terjangkau, apalagi diproduksi secara massal. Tone generator DASS dirancang untuk mengatasi masalah ini dan menghasilkan suara yang realistis dengan memerlukan sedikit memori. Ini dicapai dengan mengambil sampel pendek hanya dari attack (suara awal), yang menentukan kesan pendengar terhadap Voice tersebut, dan menggunakan tone generator FM untuk mengisi reverberasi. Tone generator DASS muncul dalam EOS series dan alat musik lain dalam kategori synthesizer dan merupakan pendahulu sistem AWM yang digunakan untuk menciptakan sebagian besar Voice keyboard portabel saat ini dari sampel suara utuh.
Meskipun tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa hampir semua rhythm generator yang ada adalah berbasis PCM, simulasi alat musik bernada seperti piano memerlukan kombinasi beberapa sampel untuk setiap Voice. Keterbatasan teknologi saat itu tentu saja menyebabkan tidak cukupnya memori untuk mengambil sampel ke-88 tuts. Sebagai solusinya, beberapa hingga beberapa belas pitch diambil sampelnya, dan frekuensi output diubah untuk pitch yang mendekati pitch yang diambil sampelnya. Metode kombinasi beberapa sampel menjadi satu Voice ini disebut multisampling, sebuah teknik yang diadopsi Yamaha dengan sungguh-sungguh guna melakukan sampling untuk tone generator DASS. Diperkenalkannya DASS membuat suara keyboard portabel lebih realistis, sehingga alat musik tersebut lebih menarik bagi lebih banyak pengguna. Peningkatan spesifikasi tone generator ini, yang menjadi bagian fundamental dari setiap alat musik elektronik, akan meningkatkan keseruan bermain musik. Yamaha juga akan memperkenalkan ide-ide untuk fitur yang berkaitan dengan permainan. Contohnya roll bar dan pitch bend roller pada PSR-2500, PSR-3500, dan PSR-4500. Menempatkan pengontrol putar ini di bawah telapak tangan pengguna membuat mereka dapat mengontrol volume (roll bar) dan membelokkan pitch (pitch bend roller) sambil memainkan tuts. Fitur lainnya yaitu Sustain dan Dual Voice. Sustain merupakan efek yang mirip dengan damper pedal pada piano. Pengguna akan menekan tombol untuk memperpanjang pelepasan, yaitu lamanya waktu antara pelepasan tuts dan hilangnya suara. Fitur Sustain berbeda dengan keyboard portabel, yang tidak memiliki foot control dan dimainkan hanya menggunakan tangan. Dual Voice mirip dengan apa yang kita sebut “layering” saat ini; fitur ini memungkinkan pengguna untuk memilih dua Voice berbeda untuk dimainkan secara bersamaan. Terlepas dari perbedaan terminologi, fakta yang penting di sini adalah bahwa fitur standar synthesizer dan alat musik elektronik modern lainnya telah tersedia pada saat itu.
PSR-4500
PSR-4500 juga dilengkapi dengan digital reverberator. Pada tahun 1980-an, digital reverberator berkembang pesat. Di paruh pertama dekade tersebut, reverberator merupakan produk kelas atas yang hanya ada studio rekaman. Peluncuran SPX90 pada tahun 1985 mempercepat popularitasnya, dan pada akhir 1980-an, banyak model telah diadopsi sebagai effector bawaan untuk alat musik elektronik. Keyboard portabel merupakan bagian dari tren ini, dan seiring perkembangannya, keyboard portabel berevolusi dari sekadar alat musik elektronik menjadi alat musik yang mampu menghasilkan suara berkualitas tinggi.
Evolusi fungsi UI dan Style membuka jalan menuju masa depan
Setelah menguasai MIDI sequencing, fungsi pembuatan suara seperti synthesizer, dan teknologi mutakhir lainnya, Yamaha mengembangkan keyboard portabel sampai menjadi alat produksi musik all-in-one. Fungsi sequencer berkembang pesat pada saat itu, dan meskipun Yamaha tentu ingin mempromosikan fungsi-fungsi canggih keyboard, mereka juga menghargai peran keyboard sebagai alat musik yang dapat dimainkan. Apabila melihat buku petunjuk keyboard portabel yang diluncurkan pada tahun 1990-an, buku petunjuk untuk PSR-6700 (1991) diawali dengan penjelasan tentang sequencer dan mempromosikan fungsi perekaman, sedangkan buku petunjuk untuk PSR-5700 (1992) diawali dengan pemilihan Voice dan petunjuk bermain di Jepang, tetapi fungsi sequencer untuk model di luar negeri. Semua buku petunjuk untuk PSR-SQ16 (1992) diawali dengan pemilihan Voice dan petunjuk bermain. Perubahan urutan informasi dalam buku petunjuk ini menggambarkan dilema yang dihadapi Yamaha dalam memilih hal yang perlu ditekankan.
PSR-SQ16 dilengkapi dengan tone generator 16-channel yang mampu memainkan 11 bagian lebih banyak daripada lima bagian konvensional (Rhythm, Bass, Orchestra Upper, Orchestra Lower, dan Solo), yang menjadikannya sebagai alat musik serbaguna untuk memproduksi musik. Walaupun spesifikasi tone generator sudah jelas jauh melampaui persyaratan untuk bermain secara seketika, PSR-SQ16 dengan tepat menandai puncak integrasi semikonduktor dan teknologi perangkat lunak pada masa itu. Meskipun demikian, evolusi fungsi sequencing membuka jalan bagi fungsi Style yang disempurnakan, yang sangat diperlukan pada keyboard portabel modern.
Kualitas fungsi Style meningkat secara drastis dengan sistem Style yang disempurnakan yang dikembangkan Yamaha untuk PSR-1700/2700 yang diluncurkan pada tahun 1993. Sistem Style ini merupakan puncak keahlian perusahaan dalam iringan otomatis, dan dipadukan dengan baik dengan format standar berbasis Standard MIDI File (SMF) dan Style File Format (SFF) yang dikembangkan secara bersamaan, yang memfasilitasi produksi dan penyediaan Style. Kemampuan untuk memproduksi dan menyediakan Style dalam SMF, yang sedang populer saat itu, membantu Yamaha karena mereka dapat meminta pemain di luar perusahaan untuk membuat Style agar dapat ditambahkan ke Style yang diproduksi oleh developer Yamaha sendiri. Hal ini mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas Style.
PSR-2700
PSR-6000 yang diluncurkan pada tahun 1994 dilengkapi panel LCD besar, sebuah prestasi yang hanya dapat dicapai melalui inovasi komponen elektronik. Sebelumnya, kebanyakan keyboard memiliki layar LED tujuh segmen atau LCD monokrom dua baris, tetapi PSR-6000 memiliki layar besar (116,2 mm x 90 mm) dengan antarmuka pengguna grafis serta teks. Dengan layar ini, pengguna dapat memeriksa titik split, tampilan oktaf, dan lainnya secara visual, selain layar pengeditan sequence. Layarnya bukan panel sentuh seperti sekarang, tetapi tombol di sisi kiri dan kanannya serta dial (roda) di bawahnya kemungkinan besar membuat pengoperasian lebih lancar daripada sebelumnya. Dengan floppy disk drive 3,5 inci untuk penyimpanan data, PSR-6000 memberi gambaran sekilas tentang apa yang kemudian kita kenal sebagai workstation musik. Pada tahun berikutnya (1995), PSR-7000 diluncurkan sebagai model kelas atas untuk digunakan dalam rumah tangga. Dengan layar dan dial (roda) untuk kontrol drawbar Voice organ, staf musik yang menampilkan not akor, fitur yang mempermudah penciptaan pola iringan autentik, dan berbagai fungsi profesional lainnya, PSR-7000 menjadi hit di kalangan musisi klub malam dan pelaku pertunjukan lainnya.
Penerusnya, yaitu PSR-8000, memiliki casing dan UI yang sama, tetapi terjual lebih dari dua kali lipat berkat peningkatan dalam penciptaan suara dan fungsi yang dicari pasar. Dengan fungsi Groove & Dynamics yang baru, pengguna untuk sementara waktu dapat mengubah pengaturan waktu pengucapan, kecepatan (dinamika), dan waktu gate (panjang not) dari Style yang telah ditetapkan selama pemutaran untuk menambah groove, yang secara drastis meningkatkan variasi Style dan mendapatkan banyak pujian. Pada tahun 1999, Yamaha meluncurkan PSR-9000, yang memiliki desain dan UI yang diperbarui secara substansial, suara yang lebih halus, dan speaker yang lebih baik. Pengguna menyukai Voice Cool! and Live! yang baru, tetapi keyboard-nya memiliki berat 22,5 kg (6,5 kg lebih berat dari model sebelumnya), sehingga mendorong keputusan untuk tidak memasang speaker pada model-model berikutnya.
Di tahun berikutnya (2000), Yamaha meluncurkan 9000Pro, model profesional dengan 76 tuts dan tanpa speaker. Keyboard ini memang produk ambisius karena selain nama modelnya yang unik yang dimulai dengan angka, bukan PSR, tetapi juga dapat terhubung ke keyboard komputer dan memiliki port untuk output monitor, hosting komputer, dan perangkat SCSI-2 serta modul plug-in ekspansi tone generator PLG-150VL dan PLG-150AN yang dipasarkan untuk synthesizer.
9000pro
Workstation Arranger: Populer di negara berkembang berkat produksi lokal untuk konsumsi lokal
-
Yamaha mulai memproduksi keyboard tingkat pemula di pabriknya di Tianjin, Tiongkok pada tahun 1990. Perusahaan mendirikan Yamaha Music Manufacturing Asia (YMMA) di Indonesia pada tahun 1997 dan pada akhirnya meluncurkan produksi Arranger Workstations berskala penuh pada tahun 2001. PSR-2000/1000 yang diluncurkan pada tahun 2001 didasarkan pada PSR-9000 andalan dan memiliki memori serta Style yang jauh lebih besar. Hal ini mendorong penambahan Music Finder, sebuah fungsi baru yang memungkinkan pengguna mencari berdasarkan style, beat, dan yang lainnya. Data Style selalu menjadi bagian fundamental dari konsep produk keyboard portabel, sehingga ide-ide terkait perangkat lunak menjadi sangat penting di tahun 2000-an, ketika inovasi elektronik telah merambah semua bidang. Dengan semangat tersebut, Yamaha mulai merombak sistem firmware dan UI pada waktu itu, yang mengubah produk untuk memfasilitasi penyediaan konten dan spesifikasi tambahan di masa mendatang. Spesifikasi ini juga menjadi dasar untuk Tyros series yang akan diluncurkan kemudian.
-
Pabrik Yamaha Music Manufacturing Asia, yang didirikan pada tahun 1997
Siklus model selama periode ini sangat luar biasa, dengan PSR-2100/1100 yang diluncurkan pada tahun 2003, diikuti dengan cepat oleh PSR-3000/1500 pada tahun 2004. Setelah itu, pada tahun 2007, PSR-S900/S700 diluncurkan, yang pertama dari S series yang meletakkan fondasi untuk jajaran produk saat ini.
Dimulai dengan PSR-S950/750 yang diluncurkan pada tahun 2012, keyboard ini dapat digunakan untuk memperluas waveform dengan memori flash internal, yang meningkatkan fidelitas konten lokal secara drastis. Yamaha meluncurkan sejumlah expansion pack yang disebut Voice & Style Expansions yang memungkinkan pengguna menciptakan beragam Voice dan juga mendorong penjualan data Voice yang dipatenkan. Pada tahun 2015, perusahaan meluncurkan PSR-S970 dengan memori waveform sebanyak delapan kali lipat. Tiga tahun kemudian, Yamaha meluncurkan PSR-S975, yang merupakan S series terakhir. Keyboard mulai dari PSR-2000 sampai dengan PSR-S975 menjadi populer di Asia Tenggara, terutama Indonesia, yang membantu Yamaha berhasil merebut kembali pangsa pasar dari Technics, pelaku bisnis yang dominan di tahun 1990-an.
Roadshow untuk Organ Tunggal
Pada saat yang sama, permintaan untuk Arranger Workstation yang dirancang untuk musik Timur Tengah meningkat di Timur Tengah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Yamaha mengeluarkan beberapa model untuk pasar Timur Tengah: PSR-A1000 yang berbasis PSR-2000 pada tahun 2002, PSR-OR700 yang berbasis PSR-3000 pada tahun 2007, PSR-A2000 yang berbasis PSR-S910 pada tahun 2011, dan PSR-A3000 yang berbasis PSR-S950 pada tahun 2015. Panel depan model-model ini dirancang untuk memudahkan penyetelan skala, yang sangat penting untuk bermain dalam ansambel dengan alat musik akustik dari wilayah tersebut.
PSR-A3000 juga mendukung ekspansi waveform, yang sangat populer karena meningkatkan fidelitas suara alat musik Timur Tengah secara drastis.
Evolusi berlanjut dengan PSR-SX900 pada tahun 2019. Keyboard PSR-SX series dilengkapi layar sentuh, yang menghilangkan deretan tombol besar di samping dan di bawah layar sehingga membuat tata letak panel menjadi lebih rapi. Keyboard ini juga memiliki tuts FSB berkualitas tinggi yang sama dengan yang digunakan pada ELB-01 Electone dan stage keyboard CK61, yang secara substansial meningkatkan kualitasnya sebagai keyboard. Selain itu, keyboard ini dilengkapi dengan fungsi Time Stretch untuk mengubah tempo tanpa mengubah pitch saat memutar file audio, fungsi Pitch Shift untuk mengubah pitch tanpa mengubah timbre, dan fungsi pemutaran audio lainnya, yang menjadikannya alat musik serbaguna untuk segala hal, mulai dari pertunjukan berbasis Style hingga ansambel dengan file karaoke.
PSR-SX900
Sebagai penerus dari PSR-SX900, PSR-SX920 dan PSR-SX720 lebih berkembang sebagai workstation, dengan kemajuan utama karena keduanya merupakan keyboard PSR series pertama yang dilengkapi fungsi Super Articulation Voice+ (S.Art+) dan Super Articulation Voice 2 (S.Art2). S.Art+ dapat beralih dengan lancar di antara sampel berbagai teknik, misalnya, beralih antara Voice legato dan pizzicato untuk senar dengan menyentuh tombol yang dapat ditetapkan, atau beralih ke Voice senar tremolo dengan menggunakan joystick. S.Art2 (lebih jelasnya akan menyusul), sebuah fungsi pada Genos2 (model teratas saat ini), mengakomodasi rentang ekspresi musik yang jauh lebih luas. PSR-SX920 dan PSR-SX720 juga dilengkapi fungsi Crossfade Portamento yang menghaluskan perubahan pitch untuk biola dan Voice senar lainnya. Pada synthesizer PCM pada umumnya, legato diekspresikan dengan mengubah pitch waveform awal, sebuah praktik yang menghilangkan nuansa suara legato yang autentik. Crossfade Portamento membuat suara output seperti alat musik akustik tanpa gangguan digital, sehingga meningkatkan ekspresi. Terakhir, PSR-SX920 dan PSR-SX720 memiliki fitur arranger yang hampir sama dengan workstation Genos series, dengan efek insersi dua kali lipat, fungsi Style Dynamics, fungsi Smart Chord yang secara otomatis mengenali hubungan nada, dominan, dan harmonik lainnya dari tuts yang telah ditetapkan dan memainkan akor kompleks dengan input satu tuts, dan masih banyak lagi.
Meskipun Tyros dan Genos series unggulan terjual dengan sangat baik di pasaran, terutama di Jerman, keunggulan dari segi harga pada Arranger Workstation kelas menengah menjadikannya favorit di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin, yang berkontribusi besar pada budaya musik di setiap negara di wilayah tersebut. Oleh karena itu, Yamaha akan mempromosikan kolaborasi dalam pembuatan konten antara kantor pusat dan Amerika Latin untuk PSX-SX series dan seterusnya. Terdapat sekitar 20 negara berbahasa Spanyol, dan musik yang dimainkan di masing-masing negara juga berbeda. Untuk meniru musik masing-masing negara dengan tepat, staf dari kantor pusat dan cabang lokal Yamaha saling berkunjung untuk lokakarya produksi konten selama beberapa tahun, dan sekarang kegiatan tersebut sudah menjadi praktik umum perusahaan untuk memproduksi paket konten lokal yang berkualitas tinggi secara lokal.
Kini setelah perusahaan memindahkan basis manufakturnya ke YMMA dan dapat memasarkan model yang memenuhi kebutuhan lokal, kepercayaan terhadap keyboard portabel Yamaha meningkat dan membantu memperluas pangsa pasar di setiap negara, yang menjadikannya contoh sempurna produksi lokal untuk konsumsi lokal.
Tyros: Selalu tentang desain
Sejalan dengan perkembangan ini, Yamaha memulai tantangan lain pada tahun 2002: arranger workstation digital Tyros. Berbeda dengan model keyboard portabel sebelumnya, pengembangan Tyros dimulai dengan konsep. Aspek konsepnya juga baru, yaitu berfokus pada desain dan bukannya fungsionalitas digital. Bahkan sketsa awalnya pun menampilkan layar sembul, speaker yang menonjol dari atas unit, dan panel samping yang dimodifikasi agar alat musik lebih mudah dibawa. Ketika Shinichi Ito, yang saat itu menjadi produser model di kantor pusat Yamaha, melihat sketsa tersebut, tujuannya adalah desain dan suara yang menggetarkan. Dia menganggap alat musik itu seperti restoran, yaitu desain dianalogikan dengan eksterior, dan suara dianalogikan dengan masakan. Pendekatannya adalah menemukan cara untuk menyimulasikan suara akustik yang realistis secara menyeluruh dan lengkap.
Salah satu solusinya yaitu menangkap semua suara yang dihasilkan saat alat musik dimainkan, termasuk noise. Yamaha juga berfokus pada fakta bahwa not yang sama pada alat musik yang sama terdengar berbeda tergantung cara memainkannya, dan not yang direkam dimainkan dengan berbagai cara. Dengan sejumlah besar file sampel yang baru direkam (Mega Voice), keyboard baru ini memiliki suara yang benar-benar baru yang melampaui suara keyboard portabel yang ada. Produk dari konsep yang belum pernah ada sebelumnya ini, baik dari segi desain maupun suara, adalah arranger workstation digital Tyros.
Workstation Tyros dirancang untuk para musisi profesional yang tampil di atas panggung, dan memiliki desain yang lebih ramping karena tidak memiliki speaker internal seperti keyboard PSR series sebelumnya. (Walaupun speaker dapat dipasang di atas unit utama sebagai opsi, sebagian besar musisi menggunakan sound system di lokasi acara, sehingga speaker tidak diperlukan.) Untuk meningkatkan visibilitas di panggung yang gelap, sakelar utama diberi cahaya lampu LED, dan beberapa sakelar lainnya memiliki lampu LED di sudut kiri atas. Langkah ini dan langkah lainnya diambil untuk memenuhi kebutuhan para pelaku pertunjukan.
Tyros
Konsep ini berkembang lebih lanjut, dan Yamaha memperkenalkan Tyros2 pada tahun 2005. Banyaknya materi sampel Mega Voice di Tyros menimbulkan masalah: terlalu sulit untuk ditemukan dan diterapkan sepenuhnya menggunakan teknik keyboard yang ada. Contohnya gitar. Memetik senar dan teknik unik lainnya menghasilkan suara yang unik pada gitar, tetapi memetik tuts pada keyboard hampir mustahil. Untuk mengatasi masalah ini, Yamaha menciptakan fungsi Super Articulation, sehingga pemain dapat mengartikulasikan suara alat musik lain tanpa harus mempelajari teknik baru. Misalnya, pemain dapat memainkan legato atau staccato pada keyboard untuk mengakses sampel yang berbeda, atau menggunakan pitch bend wheel dan footswitch untuk beralih antar teknik, sehingga memperluas jangkauan ekspresi yang melampaui apa yang diharapkan dari keyboard. Hal ini memungkinkan pertunjukan ekspresif yang mencakup hal-hal seperti noise senar pada gitar akustik atau geraman saksofon, yang jauh dari sekadar mengeluarkan sampel not legato.
Para musisi di seluruh dunia menyukai Super Articulation, dan YouTube penuh dengan contoh-contoh fungsi ini.
Tyros3 yang diluncurkan pada tahun 2008 dilengkapi keyboard FSX yang secara drastis meningkatkan kemampuan bermain, waveform synthesizer MOTIF tambahan, kemampuan untuk mengimpor waveform eksternal, dan masih banyak lagi. Selain peningkatan fungsionalitas sebagai keyboard profesional, keyboard ini juga dilengkapi perekam hard disk dua track, yang menambah fitur penting untuk memproduksi musik dari awal hingga akhir hanya menggunakan satu perangkat. Tyros3 juga dilengkapi Super Articulation 2 (S.Art2), sebuah teknologi yang membagi suara menjadi tiga bagian, yaitu head, body, dan tail, yang secara instan memilih data sampel yang tepat untuk acara dari basis data yang besar dan menghubungkannya dengan lancar. S.Art2 berguna untuk menyimulasikan alat musik tiup dan alat musik lain dengan suara yang sangat bergantung pada teknik bermain, dan memanfaatkan teknologi Articulation Element Model (AEM).
Dua tahun kemudian (2010), Yamaha memperkenalkan Tyros4, dengan data Style yang disempurnakan dan fungsi Vocal Harmony. Perusahaan menyempurnakan fungsionalitasnya agar sesuai dengan perkembangan zaman, termasuk kemampuan untuk mengunduh konten dengan koneksi jaringan dan memutar file mp3. Di tahun yang sama, Tyros mengalami serangkaian pembaruan yang semakin mendekati synthesizer MOTIF series, dan pada tahun 2012, Tyros4B diluncurkan dengan versi hitam yang memiliki desain mirip MOTIF XF. Pada tahun berikutnya, Tyros5 diluncurkan, yang mencakup penambahan file groove drum asli berbasis audio dan efek VCM. Tyros5 menambahkan lebih dari 300 Voice baru (termasuk Voice S.Art2) dan paket tone generator yang diperluas. Fitur lainnya termasuk fungsi Ensemble Voice, yang menerjemahkan akor menjadi suara kuartet brass, dan Organ World, yang memungkinkan suara organ klasik dimainkan bersama UI. Tyros5 memiliki semua spesifikasi canggih yang dibutuhkan untuk pertunjukan tingkat lanjut. Yamaha juga meluncurkan model Tyros5 dengan 76 tuts.
Tyros4
Workstation digital profesional GENOS
Tyros series mengalami empat pembaruan melalui peluncuran Tyros5 dan terjual dengan baik selama jangka waktu 15 tahun. Namun, seperti halnya pada semua produk terlaris, basis penggunanya juga semakin tua. Tyros awalnya ditujukan untuk orang paruh baya hingga lansia (usia 40-an hingga 70-an), dan dengan setiap pembaruan model, permintaan penggantian dari pengguna yang sudah ada menjadi fokus utama, sehingga sulit untuk menarik generasi pelanggan baru.
Untuk mengatasi masalah ini dan membangun basis pelanggan baru sekaligus memuaskan pengguna Tyros, Yamaha memutuskan untuk mengembangkan Genos, sebuah model yang dibangun berdasarkan konsep baru, dan bukannya melanjutkan model Tyros ke Tyros6. Jika Tyros ditujukan untuk orang-orang yang senang bermain di rumah, Genos dikembangkan dengan berfokus pada musisi panggung. Di Eropa, pasar utama untuk arranger workstation, banyak musisi bermain di tempat-tempat seperti lounge dan bar di mana generasi mereka lebih muda daripada target utama Tyros. Yamaha melanjutkan upaya pengembangan dengan ide untuk membantu musisi generasi mendatang tampil terbaik, dan meluncurkan workstation digital Genos terbaru pada tahun 2017. Perusahaan menciptakan nama “Genos” dari kata bahasa Inggris yaitu “generate” dan kata bahasa Yunani “genos” yang berarti “orang” atau “kelompok.” Mereka mengubah nama tersebut dengan tujuan memperbarui citra produk.
Genos
Perbedaan besar pertama dari Tyros adalah penggunaan Linux sebagai sistem operasi (OS) internal. Perubahan ini serupa dengan MONTAGE series yang diluncurkan pada tahun 2016 dan memudahkan penambahan fungsionalitas melalui pembaruan perangkat lunak. Selain itu, musisi panggung sangat menyukai Tyros5 76-tuts sehingga Yamaha memutuskan bahwa semua workstation Genos akan memiliki 76 tuts, sebuah langkah yang menggambarkan komitmen kuat perusahaan terhadap para pelaku pertunjukan panggung. Layar utama berupa layar sentuh besar berukuran 9 inci yang dilengkapi kontrol Voice, Style, dan efek yang lebih intuitif, sedangkan layar tambahan terhubung ke enam kenop dan sembilan slider, sehingga pengguna memiliki akses yang konstan dan seketika ke parameter Voice dan volume serta angka-angka yang berguna lainnya. Pemisahan data numerik ini membantu meningkatkan kualitas pertunjukan panggung karena layar utama dapat terus menampilkan daftar putar dan data lagu lainnya, lirik, akor, serta informasi lain yang perlu dimiliki pelaku pertunjukan setiap saat.
Tone generator juga disempurnakan, dengan waveform sampling yang diperbarui serta lebih banyak Voice dibanding Tyros5—75 S.Art2 Voice (dibandingkan dengan 44) dan 390 S.Art Voice (288). Dengan kemajuan tersebut, Super Articulation Voice di workstation digital Yamaha telah menjadi aset besar bagi para musisi yang gemar memainkan berbagai alat musik secara mandiri; tone generator telah berevolusi menjadi sarana untuk mengekspresikan variasi nada yang jauh lebih realistis daripada yang dimungkinkan dengan tone generator AWM.
Keyboard Genos menonjol dari yang lain dari segi desain maupun fungsionalitas. Di Eropa, pasar utama workstation digital, terdapat banyak “pelaku hiburan solo” yang melakukan segalanya, mulai dari memainkan musik hingga menjadi pembawa acara di acara mereka sendiri di lounge, bar, dan tempat lainnya. Tugasnya yaitu merancang produk yang akan menarik perhatian para musisi solo ini. Untuk mencari tahu caranya, desainer Yamaha Design Laboratory, Kunihiro Takei, mengunjungi pusat pasar, yaitu Jerman. Dia mengamati bahwa mereka bermain, bernyanyi, menari, dan menjadi pembawa acara dengan tingkat kemampuan yang begitu tinggi sehingga mereka menjadi pelaku hiburan sekaligus pemain keyboard. Menurutnya, Yamaha membutuhkan desain yang dinamis agar selaras dengan penampilan seluruh tubuh mereka. Takei mengibaratkan cara mereka tampil di tengah panasnya suasana di depan penonton seperti seorang pilot yang dengan tenang mengemudikan pesawat di tengah pusaran udara. Hal ini menginspirasinya untuk menciptakan permukaan halus dan melengkung yang mengingatkan pada pesawat terbang dan antarmuka yang indah yang selalu mengirimkan informasi akurat seperti alat ukur di kokpit. Selain itu, berdasarkan ide bahwa bagian belakang dan bawah workstation adalah “wajah” jika dilihat dari penonton, dia sengaja mengontraskan bagian bawah berwarna putih gading dengan bagian belakang berwarna hitam, dan bukannya membuatnya sejajar, dia membiarkannya seimbang sehingga cahaya dapat ditangkap dan mengurangi pemandangan port dan kabel yang semrawut.
Semua ide baru ini menjadikan Genos populer di kalangan pelaku hiburan solo, yang menjadikannya sebagai workstation digital baru.
Genos series berlanjut dengan peluncuran Genos2 enam tahun kemudian pada tahun 2023. Genos2 dilengkapi tone generator AWM dengan AEM, selain tone generator FM, yang berarti pengguna dapat memainkan suara khas tone generator FM yang berasal dari DX7. Ini memberi musisi panggung akses ke piano elektrik DX dan suara unik serta jernih lainnya yang tak tergantikan dalam dunia musik masa kini. Sampel drum AWM juga direkam dengan beberapa mikrofon, dan workstation ini dilengkapi dengan Ambient Drum untuk kontrol penuh terhadap suasana. Dengan fitur ini, pengguna dapat menghasilkan suara drum terbaik untuk berbagai lingkungan bermain. Dikombinasikan dengan fungsi Style Dynamics Control, fitur ini memungkinkan kontrol dinamika secara seketika agar sesuai dengan apa yang terjadi dalam lagu, yang membuat suara Style yang sama menjadi berbeda di bagian verse, chorus, dan bridge. Kombinasi ini menghilangkan kekhawatiran akan merusak suasana dengan musik yang salah. Seperti misalnya, mendominasi pesta pernikahan atau pesta dengan drum yang terlalu keras. Dan ini merupakan karakteristik spesifikasi profesional Genos2.
Selain drum, fungsi Style Dynamics Control juga berfungsi untuk permainan berbasis Voices of Style lainnya, yang mengubah pengguna menjadi pengarah band dengan kontrol penuh atas dinamika setiap bagian.
Genos2 juga dilengkapi dengan reverb REVelation yang sama dengan DAW Steinberg Cubase, yang semakin meningkatkan akustik dasar alat musik. Tekstur reverb memiliki dampak yang besar pada penonton, khususnya saat bermain di tempat kecil. Peningkatan fungsional ini juga berfungsi sebagai modifikasi yang memenuhi kebutuhan basis pengguna Genos dan pada dasarnya unik untuk produk dengan konsep model yang jelas. Fitur lainnya termasuk kenop dan slider LED sehingga mudah terlihat di panggung gelap, port HDMI untuk menghubungkan layar eksternal, dan penerimaan Audio Bluetooth.
-
Yamaha juga dilengkapi aplikasi MIDI Song to Style untuk seri arranger workstation yang memungkinkan pengguna membuat dan mengedit Style mereka sendiri di komputer dan mengunggahnya ke workstation mereka. Pada awalnya, perusahaan menawarkan Voice & Style Expansion Pack untuk workstation Tyros dan Genos (termasuk PSR series) untuk memperluas suara alat musik dan Style yang khas untuk setiap wilayah. Voice & Style Expansion Pack 2 yang lebih canggih diluncurkan bertepatan dengan peluncuran Genos2, begitu pula DX7 Pack yang dirancang untuk menonjolkan daya tarik tone generator FM baru pada alat musik ini.
-
Voice & Style Expansion Pack
Expansion pack ini memiliki konten data Style yang sangat banyak, dan dibutuhkan banyak waktu dan kesabaran untuk memilah-milah semuanya guna menemukan Style yang diinginkan. Untuk mengatasi masalah ini, Yamaha menawarkan aplikasi smartphone Expansion Explorer, yang menyederhanakan segalanya, mulai dari mencari Style hingga menginstalnya ke workstation. Misalkan seorang pengguna mencoba menemukan Style yang tepat untuk daftar set untuk pertunjukan live yang akan datang. Cukup masukkan wilayah, aliran musik, atau kata kunci lainnya, dan Expansion Explorer akan mengidentifikasi konten yang relevan dari semua Voice & Style Expansion Pack yang kompatibel dan menyediakannya untuk didengarkan. Saat menemukan Style yang disukai, pengguna dapat mengganti namanya dan mengimpornya ke workstation mereka. Pengguna juga dapat memilih file musik di smartphone dan membiarkan aplikasi menganalisis serta merekomendasikan Style. Hal ini membantu mereka memaksimalkan konten berkualitas tinggi dari Voice & Style Expansion Pack. Expansion Explorer kompatibel dengan PSR-SX920/720 dan PSR-A5000 (yang memerlukan pembaruan firmware) serta Genos2.
Kelengkapan fitur dan spesifikasi perangkat lunak, perangkat keras, dan desain ini menjadikan workstation digital Genos series paling canggih di pasaran saat ini.
Tahun 2020-an dan masa depan pasar musik kelas atas
Seiring dengan perkembangan ekonomi Asia dan distribusi musik yang lebih aktif secara online, budaya musik pun menjadi global. Misalnya, musik dari Amerika Utara dan Jepang menduduki puncak tangga lagu di negara-negara Asia. Perkembangan ini mendorong peningkatan populasi penikmat musik dan peluang untuk memainkan alat musik elektronik (misalnya, musisi yang tampil di kafe). Khususnya bagi pelaku hiburan solo yang dijelaskan di bagian Genos, keyboard portabel kelas atas menjadi sangat penting dalam hal Voice, Style, fungsi, dan desain.
-
Di saat itulah COVID-19 mulai mewabah di seluruh dunia pada tahun 2020. Sebagaimana semua aspek kehidupan, pandemi berdampak besar pada pasar keyboard portabel. Musisi pasar malam kehilangan pekerjaan karena pembatasan bermain di tempat ramai. Akibatnya, semakin sedikit orang yang membeli alat musik. Pembatasan kegiatan tatap muka juga memengaruhi pendidikan musik, yang kemudian menghambat upaya penjangkauan pendidikan. Kelangkaan semikonduktor di seluruh dunia memperlambat manufaktur, yang menghambat pemulihan dari pandemi, dan menciptakan masa beberapa tahun yang sangat sulit.
-
EXPANSION EXPLORER
Namun, pada tahun 2025, industri hiburan dan pendidikan musik akan kembali semarak seiring dengan pemulihan ekonomi banyak negara ke tingkat sebelum pandemi. Lima hingga 10 tahun ke depan adalah waktu untuk berevolusi seiring dengan layanan konten generasi mendatang seperti sistem penyediaan konten berbasis jaringan yang telah berlaku sejak sekitar tahun 2020. Contoh yang paling cocok adalah Expansion Explorer, yang melibatkan penggunaan smartphone bersamaan dengan keyboard portabel. Multifungsi saja tidak cukup. Agar sebuah alat musik dapat diakses oleh orang selain engineer, alat musik tersebut harus dirancang dengan cerdas untuk memberikan nilai tambah dalam banyak hal dan berfungsi sebagai alat komunikasi yang berakar kuat dalam budaya musik.
Keyboard portabel Yamaha dirancang agar pemain dapat mengekspresikan emosi mereka sepenuhnya saat bermain. Dan sebagai alat musik, keyboard portabel ini mewujudkan komitmen perusahaan terhadap keahlian sebagai produsen alat musik. Alat musik berkualitas memiliki kekuatan untuk meningkatkan emosi pemain, yang membuat mereka dapat menggugah penonton dengan penampilan mereka, dan juga mengasah kepekaan orang yang memainkannya sehingga alat musik ini sangat cocok untuk lingkungan pendidikan dan medis. Dalam hal ini, keyboard portabel adalah alat musik yang dapat dimainkan dan dinikmati oleh siapa saja dan di mana saja. Setelah disempurnakan sebagai platform standar untuk keyboard dengan menggabungkan berbagai budaya musik dari seluruh dunia berdasarkan gagasan untuk memfasilitasi kenikmatan musik kapan saja dan di mana saja, keyboard portabel suatu hari nanti dapat dipandang sebagai alat musik tradisional seperti biola atau piano.
Untuk mendorong orang-orang menggunakan alat musik mereka agar dapat berbagi musik dengan orang lain, Yamaha akan terus menyempurnakan perangkat keras dan perangkat lunaknya untuk menciptakan alat musik terbaik.













