Keyboard Pemula: Meningkatkan jumlah orang yang memainkan musik
Debut Yamaha PortaSound PS-1/2/3 Mengawali Era Menghadirkan Musik ke Luar Ruangan
-
Electone D-1
-
Yamaha meluncurkan Electone pertamanya, D-1, pada tahun 1959. Alat musik ini merupakan organ elektrik transistor pertama di dunia, yang dikembangkan untuk mengejar dan mengungguli produsen-produsen Eropa dan Amerika yang memimpin di bidang ini. Pada tahun 1970, Electone, yang merupakan gabungan dari kata “electronic” (elektronik) dan “tone” (nada), benar-benar menjadi nama alat musik yang populer.
Masih di tahun yang sama, para eksekutif dan engineer Yamaha secara terbuka mendiskusikan kemungkinan menciptakan keyboard kecil portabel seperti biola atau gitar sehingga orang dapat bermain kapan saja dan di mana saja mereka inginkan.
Mereka langsung mengerjakan ide tersebut dan membuat prototipenya, tetapi mengingat teknologi yang tersedia saat itu, bobotnya menjadi sangat berat, dan jauh dari portabel. Kondisi tersebut menghambat apa yang mereka harapkan sebagai ide revolusioner.
Delapan tahun kemudian, yaitu pada tahun 1978, para engineer Yamaha sekali lagi menerima tantangan untuk mengembangkan keyboard yang kecil dan portabel. Dengan adanya terobosan dalam teknologi semikonduktor, perusahaan dapat beralih dari transistor ke sirkuit Large-Scale Integrated (LSI) untuk Electone dan menggabungkan fungsi yang lebih luas ke dalam perangkat yang lebih kecil. Mengembangkan keyboard portabel ke depannya menjadi semakin mudah. Para engineer memiliki tujuan yang jelas: meningkatkan jumlah orang yang bermain musik.
-
Di awal tahun itu, mereka meluncurkan Electone C Series baru dengan harga terjangkau yang menggemparkan dunia, yang menjadikannya Electone terlaris sepanjang masa. Model baru ini dilengkapi dengan tone generator hybrid analog-digital Pulse Analog Synthesis System (PASS) baru dari Yamaha. Perusahaan menggunakan teknologi PASS untuk mengembangkan sirkuit LSI baru yang mengintegrasikan kode dasar audio, ritme otomatis, serta tone generator untuk orkestra dan suara lainnya.
Upaya pengembangan berjalan sangat cepat berkat kemajuan pesat Yamaha dalam teknologi digital, sumber ide orisinalnya, dan keyboard portabel digital baru yang telah lama ditunggu-tunggu pun rampung pada tahun 1979. Keyboard yang diberi nama “PortaSound” ini diluncurkan di NAMM Show di Chicago, dan tiga model (PS-1/2/3) mulai dijual pada bulan Desember 1980.
-
PS-1
Casio secara kebetulan mendahului Yamaha dengan meluncurkan keyboard portabel pertama mereka di bulan Januari pada tahun yang sama dan memicu persaingan sengit antara dua pemimpin di industri musik digital ini.
Pada saat itu, Yamaha berfokus secara khusus untuk mengurangi bobot dan biaya pembuatan alat musik semaksimal mungkin. Teknologi cetak plastik terintegrasi belum tersedia, sehingga para engineer Yamaha membeli banyak kit model plastik untuk dipelajari.
PortaSound merupakan keyboard ringkas yang memiliki 32 tuts mini (PS-1), 37 tuts (PS-2), atau 44 tuts (PS-3), empat Voice (Organ, Senar, Klarinet, dan Piano), dan polifoni 8 nada (yang artinya, maksimal delapan nada dapat dimainkan secara bersamaan). Alat musik ini memainkan empat pola ritme (Waltz, Swing, Rock, dan Latin), dan model kelas atasnya dilengkapi Auto Bass Chord, fitur revolusioner yang menyediakan pengiring otomatis (not akor dan bass yang selaras dengan ritme) sebagai respons terhadap input pemain, dan bahkan not tunggal!
Fitur-fitur ini, ditambah dengan ukurannya yang ringkas, bobot yang ringan, dan kepraktisannya (menggunakan baterai dan bahkan dapat dihubungkan ke aki mobil), menjadikan keyboard ini begitu populer sehingga setahun setelah diluncurkan, Yamaha memproduksi 60.000 unit per hari untuk memenuhi permintaan, yang setengahnya diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat.
Sampul buku petunjuk berbahasa Inggris menampilkan desain huruf yang membentuk kata “guide” dalam bahasa Inggris, Jerman, Prancis, dan Spanyol, serta menampilkan gambar pria dan wanita muda yang sedang tersenyum sambil memegang keyboard PortaSound. Keyboard portabel Yamaha diterima dengan baik di Eropa dan Amerika Serikat, yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia lainnya.
Tahun 1979 juga secara kebetulan menjadi tahun peluncuran Walkman, pemutar kaset stereo pertama dari Sony. Produk populer ini menandai dimulainya era baru menghadirkan musik ke luar ruangan.
Setelah itu, Yamaha meluncurkan PortaTone PS-10/20/30 yang lebih canggih serta model keyboard portabel untuk anak-anak. Pada tahun 1981, perusahaan ini memperkenalkan Handy Sound HS-200, yang menggabungkan elemen permainan musik agar belajar bunyi dan musik menjadi menyenangkan bagi anak-anak, dan disusul dengan HS-500 pada tahun berikutnya untuk memperluas jangkauannya.
Sebelumnya terasa sulit untuk memikat hati kalangan paruh baya dengan alat musik
PortaSound pada awalnya populer terutama di kalangan anak muda. Pada tahun 1982, Yamaha memperkenalkan model baru untuk menghadirkan kegembiraan bermain keyboard ke segmen baru yang belum pernah dikaitkan dengan alat musik: pria paruh baya. Model tersebut adalah PC-100, sebuah keyboard yang dilengkapi sistem Playcard khas Yamaha.
Playcard adalah kartu yang berisi strip magnetik berisi melodi, iringan, dan data musik lainnya yang dapat diunggah ke memori keyboard untuk diputar dengan menggeseknya melalui card reader. Dengan Karaoke, Melody Practice, Chord Off, Chord Practice, dan mode lain yang tersedia cukup dengan menekan tombol, hanya satu keyboard yang diperlukan untuk menikmati mendengarkan, bermain, dan bernyanyi.
Walaupun Playcards terinspirasi oleh kartu ATM bank, kartu tersebut harus menyimpan data 500 kali lebih banyak, dan membutuhkan waktu lebih dari empat tahun untuk mengembangkannya.
Fitur sistem Playcard bahkan memungkinkan pemain pemula untuk meningkatkan kemampuan sambil menikmatinya, dan dengan demikian Playcard menjadi simbol keyboard yang dapat dimainkan oleh siapa saja.
PC-100
Mengingat keyboard kini tersedia dalam bentuk mini, keyboard dapat dibawa-bawa di dalam rumah, mulai dari ruang tamu hingga kamar anak-anak. Hal ini langsung menarik lebih banyak orang daripada sebelumnya ke dalam kelompok penikmat musik. Selain itu, karena alat musik ini bertenaga baterai, keyboard dapat dimainkan di luar ruangan, sehingga semakin menarik untuk acara kumpul-kumpul besar bersama teman dan keluarga. Ide awalnya yaitu menciptakan keyboard kecil yang portabel seperti biola atau gitar sehingga orang dapat bermain kapan saja dan di mana saja mereka inginkan. Hal ini akhirnya membuahkan hasil, dan pada tahun 1980-an, gaya bermain keyboard berkembang menjadi gaya yang penuh kebebasan tanpa batas.
Menggunakan tone generator FM dan PCM untuk menghasilkan suara yang lebih kaya dan realistis
Jika sebuah keyboard dirancang untuk dimainkan di mana saja tanpa repot, maka keyboard tersebut mutlak harus memiliki speaker internal. Oleh karena itu, proses desain perlu dimulai dari spektrum yang berlawanan dengan synthesizer awal, yang dikembangkan utamanya untuk menciptakan suara dan tidak memiliki speaker internal.
Keyboard portabel pertama Yamaha hanya memiliki satu speaker internal, tetapi PS-35/35S yang diluncurkan pada tahun 1983 dilengkapi dengan dua speaker dasar (kiri dan kanan) agar pemain dapat menikmati suara yang lebih bertenaga dan kaya dalam format stereo.
PS-35
-
Hanya beberapa tahun setelah kemunculannya, tone generator sudah berkembang secara signifikan. MK-100 dan fitur pembuatan Voice-nya yang diluncurkan pada tahun 1983 merupakan keyboard pertama yang dilengkapi tone generator FM, dan bukannya PASS. Tone generator FM dikembangkan di Stanford University dan dilisensikan kepada Yamaha untuk penggunaan komersial, dan memiliki karakteristik harmonik yang kompleks. Yamaha menggunakannya pada DX7, synthesizer terlaris di dunia yang digunakan oleh banyak artis, sehingga suara yang dihasilkannya berdampak besar pada kancah musik di tahun 1980-an.
Musisi dari semua aliran musik menggunakan Voice tone generator FM pada saat itu, sehingga banyak orang yang familier dengan suara mereka meskipun mereka tidak menyadarinya.
Di tahun 1983 juga, Yamaha meluncurkan PS-55/55S, keyboard pertama yang dilengkapi AWM (PCM) rhythm generator berdasarkan rekaman digital (sampel) suara drum live. Pada akhir 1980-an, perusahaan memperkenalkan DASS tone generator, yang secara efektif menghasilkan suara alat musik yang realistis dengan mengombinasikan tone generator FM dan AWM.
-
DX7
Dua seri yang merupakan turunan dari PortaSound asli
DNA PortaSound PS-1/2/3 asli diturunkan ke PSR Series dengan 61 tuts berukuran standar dan PSS Series dengan tuts berukuran mini.
Pada tahun 1984, PortaTone PSR Series yang menjadi favorit dalam jangka waktu yang lama diluncurkan.
PSR-50/60/70 yang diluncurkan pada tahun berikutnya memiliki tone generator FM untuk suara orkestra yang lebih menggugah dan tone generator PCM untuk nada yang kaya dan beragam ritme dengan nuansa live. PSR-50/60/70 juga kompatibel dengan MIDI, standar teknis untuk pertukaran data musik antar alat musik elektronik, tanpa memandang produsennya. Dengan demikian, keyboard dapat dihubungkan ke synthesizer dan komputer untuk menciptakan musik baru.
PSS Series memperkaya warisan keyboard Yamaha dengan tuts berukuran mini. PSS-110 yang diluncurkan pada tahun 1985 merupakan keyboard portabel untuk anak-anak yang dilengkapi beberapa fitur yang dirancang untuk membiasakan mereka dengan musik dengan cara yang menyenangkan, termasuk suara yang terdengar seperti suara nyanyian wanita, suara yang menghasilkan bunyi binatang dan bunyi perkusi, serta pemutaran otomatis lagu “Twinkle, Twinkle” dan lagu anak-anak lainnya. Keterampilan mendengarkan disebut-sebut berkembang paling pesat pada usia empat atau lima tahun, dan pada tahun 1990-an, banyak taman kanak-kanak dan prasekolah mulai memperkenalkan latihan ritme. Yamaha menjadi salah satu yang pertama menyadari pentingnya tren ini.
PSS-150 yang diluncurkan pada tahun yang sama dilengkapi dengan fitur-fitur yang menyenangkan bagi semua usia, seperti Auto Play, Auto Bass Chord, dan Custom Drummer untuk merekam dan menyimpan pola ritme asli.
Setelah itu, PSS Series merambah ke model-model untuk keperluan pendidikan dan model-model yang dirancang untuk pertunjukan dan produksi musik.
1990-an: Alat musik menjadi semakin multifungsi
Pada tahun 1990-an, keyboard mulai menjadi semakin multifungsi.
PSS-102 yang diluncurkan pada tahun 1991 merupakan keyboard portabel yang dikembangkan untuk anak-anak. Pemain memasukkan kartu ke dalam panel pada unit utama, dan unit tersebut membaca barcode di bagian belakang kartu dan pemain dapat berganti-ganti antar fungsi. Set kartu ini terdiri atas kartu untuk Voice, Style ritme, lagu, kontes karaoke, perkusi, dan game, sedangkan keyboard dilengkapi mikrofon yang dapat dilepas. PSS-790 yang diluncurkan pada tahun yang sama berisi 100 suara preset berkualitas tinggi dan 50 pola ritme dari tone generator AWM, serta memungkinkan pemain untuk memadukan empat Voice preset secara bebas. PSS-790 kemudian dikenal sebagai “Ultimate PSS” karena dilengkapi dengan Automatic Accompaniment, sebuah fungsi harmoni yang menambahkan efek akor pada not tunggal, dan fungsi memori lagu yang mampu menyimpan hingga delapan lagu dengan rekaman delapan track.
Anak-anak sedang belajar memainkan kwyboard
Pada tahun 1997, Yamaha meluncurkan PortaSound PSS-7 yang memiliki 32 tuts berukuran ultra-mini. Sebagai produk untuk anak-anak, PSS-7 dilengkapi 100 Voice bawaan, termasuk suara hewan seperti Babi, Anjing, Kucing, dan Sapi, serta efek seperti Mobil Polisi dan Video Game. Selain itu, juga dilengkapi fitur karaoke dengan 10 lagu dan 30 pola iringan untuk berbagai jenis melodi.
-
PSS-102
-
PSS-7
Produk ini membuktikan bahwa keyboard portabel Yamaha lebih dari sekadar alat musik, mampu memutar rekaman suara asli, termasuk suara hewan, bermacam-macam kendaraan, dan bahkan efek suara dari berbagai suara kehidupan sehari-hari. Pencapaian ini merupakan bukti kerja keras dari para staf Yamaha, yang ke sana kemari mulai dari jalanan kota hingga kebun binatang untuk mengumpulkan suara.
Fungsi tersebut saat ini dimiliki oleh tiga model: PSS-F30 standar (belum diluncurkan di Jepang); PSS-A50, yang berfungsi ganda sebagai alat produksi musik untuk segala hal, mulai dari pertunjukan hingga rekaman; dan Remie (PSS-E30), yang dilengkapi kuis tebak suara dan aktivitas lain untuk merangsang rasa ingin tahu anak-anak.
Sementara itu, pada tahun 1995, PSR Series memperkenalkan PSR620, dengan peningkatan kegunaan untuk pertunjukan. Walaupun dilengkapi fitur seperti Split, yang membuat pemain dapat menggunakan Voice yang berbeda di bagian bass dan treble keyboard, fitur penting pada era tersebut adalah floppy disk drive 3,5 inci dan slot “kartrid musik” pada keyboard. Kartrid musik tersebut berisi lagu, Style, dan pengaturan yang ditangani dengan cara yang sama seperti lagu, Style, dan pengaturan preset yang tersimpan dalam memori keyboard.
Selama tahun 1990-an, tone generator AWM berkembang pesat hingga mampu menyimulasikan suara secara realistis dengan polifoni yang memadai, terutama suara piano. Sudah lumrah pada masa itu jika mengharapkan keyboard yang menawarkan iringan otomatis sekaligus memungkinkan pemain bermain dengan kedua tangan, sehingga permainan semakin autentik untuk seluruh pertunjukan ansambel. Selain itu, fungsi Touch Response baru yang memungkinkan pemain untuk mengontrol volume output suara dengan memainkan tuts lebih keras atau lebih lembut, menandai dimulainya era di mana musisi dapat berlatih dengan sungguh-sungguh menggunakan keyboard portabel.
Dengan mengikuti tren ini, kami beralih dari keyboard mini ke model standar 61 tuts yang lebih mudah dimainkan.
Tahun 1990-an juga menandai dimulainya gerakan menuju apa yang dapat disebut sebagai produksi lokal untuk konsumsi lokal. Pada tahun 1990, kami mulai memproduksi keyboard portabel di pabrik kami di Tianjin, Tiongkok. Pada tahun 2019, kami membuka pabrik lainnya Chennai, India.
-
Pabrik kami di Tianjin, Tiongkok
-
Pabrik kami di Chennai, India
2000-an: Tuts bercahaya yang baru menghilangkan hambatan bagi para pemula
Sebagaimana akan dibahas secara lebih jelas di Bab 2, meskipun Yamaha telah memperluas jangkauan pengguna musik dengan model tingkat pemula dan standar, perusahaan ini juga telah mengembangkan model kelas atas sejak tahun 1980-an. Pada tahun 2000-an, ketika Tyros Series, PSR-2000/3000/S, dan produk-produk berharga mahal lainnya menjadi populer dan memantapkan posisinya, Yamaha juga memperkenalkan banyak keyboard baru dengan harga terjangkau.
Contoh utamanya yaitu EZ Series yang diluncurkan pada tahun 2001, dengan tuts yang menyala untuk membantu pemula belajar memainkannya. Tuts yang menyala berfungsi sebagai pemandu bagi pemula, sehingga pada dasarnya menghilangkan hambatan dalam belajar membaca not balok. Salah satu keunggulan keyboard portabel adalah mudah digunakan, dan sistem navigasi EZ Series sangat menarik karena pemain dapat memainkan lagu hanya dengan mengikuti cahaya. Fitur utama lain dari EZ Series adalah fungsi Lesson yang ekstensif, yang membantu para pemula untuk mencapai tingkat berikutnya.
EZ-J22 merupakan produk unggulan dalam seri ini dan memenangkan Good Design Award pada tahun 2001 berkat desainnya yang cerah dan trendi.
EZ-J22
Tahun 2005 menandai peluncuran PSR-E Series, jajaran keyboard andalan yang terus berlanjut hingga saat ini. Sejak saat itu, kami terus mengembangkan model-model tingkat pemula dengan beragam pilihan voice dan fitur, model standar yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari resital pemula hingga pertunjukan yang serius, model performa bertenaga yang mampu mengakomodasi ekspresi musik tingkat lanjut, model yang dirancang secara cermat agar sesuai dengan berbagai gaya hidup dan interior ruangan, dan masih banyak lagi.
Untuk merespons bertambahnya minat terhadap piano di tahun 2000-an, Yamaha menciptakan DGX Series yang merupakan piano digital multifungsi, NP (Piaggero) Series yang berupa keyboard berbentuk kotak dengan suara piano berkualitas tinggi dan sentuhan istimewa yang terinspirasi oleh piano akustik, dan produk-produk lain yang laris manis karena menyediakan opsi baru.
Untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat terkait model 76 tuts yang menyediakan jangkauan nada yang lebih luas daripada model 61 tuts, Yamaha memperkenalkan EW400 pada tahun 2016 dan EW300 pada tahun 2017, yang mengukuhkan gaya baru.
Pada tahun 2000-an dan setelahnya, Yamaha mengembangkan yang disebut dengan antarmuka standar untuk keyboard portabelnya, dan kurang lebih menyempurnakannya sebagai alat musik digital. Tombol-tombol yang mengelilingi layar tengah mencirikan alat musik ini sebagai keyboard portabel Yamaha.
Pada saat yang sama, desain Yamaha juga telah berubah secara substansial sebagai respons terhadap semakin tingginya fokus pada gaya hidup. Ada pergeseran dari skema warna tradisional berbasis hitam ke warna perak untuk kesan yang lebih lembut dan canggih. Bahkan model hitam pun telah berevolusi seiring berjalannya waktu, dengan sentuhan warna perak yang ditambahkan pada panelnya.
Pada tahun 2000-an, seiring dengan berevolusinya keyboard melalui serangkaian pembaruan model, terjadi sebuah peristiwa besar yang mengguncang seluruh penjuru industri manufaktur termasuk produsen alat musik, yaitu krisis keuangan global pada tahun 2008.
Yamaha pun tidak luput dari dampak negatif krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Dengan masa depan yang penuh ketidakpastian, sudah waktunya untuk bekerja keras dan menunggu pemulihan ekonomi dan penjualan.
Menghadirkan kegembiraan bermusik bagi semua tingkat pengalaman
-
Keyboard portabel Yamaha telah berkembang pesat selama bertahun-tahun. Saat pertama kali diluncurkan pada tahun 1980, keyboard ini memiliki empat Voice dan empat pola ritme. Sebagai perbandingan, model standar baru PSR-E383 yang mulai dijual pada tahun 2024 memiliki 650 Voice (termasuk Voice grand piano) dan 260 Style Automatic Accompaniment. Masing-masing keyboard PSR-E383 memiliki 12 Voice Super Articulation Lite yang begitu ekspresif dan bernuansa sehingga Anda pada dasarnya memainkan alat musik apa pun yang disimulasikannya, 41 efek DSP termasuk Reverb dan Chorus, serta beragam fitur belajar, termasuk pembelajaran tiga langkah dengan lagu preset untuk berbagai tingkat pengalaman, fungsi Song Master untuk mempelajari frasa, dan fungsi untuk melatih pengaturan waktu dan sentuhan.
-
PSR-E383
Model tingkat pemula (PSR-E283) yang diluncurkan bersamaan memiliki fitur belajar lengkap dengan kuis yang membuat kegiatan belajar menjadi menyenangkan. Salah satu perbedaan utama antara alat musik ini dengan PSR-E383 yaitu PSR-E283 tidak dilengkapi dengan fungsi Touch Response. Perbedaan ini memang disengaja karena Yamaha menerima masukan dari pengguna bahwa anak kecil, lansia, dan orang lain yang jarinya kurang kuat akan lebih mudah memainkan tuts yang tidak sensitif terhadap keras atau lembutnya sentuhan.
PSR-E473, model performa bertenaga yang mampu mengakomodasi ekspresi musik tingkat lanjut, sangat cocok bagi pemain yang membutuhkan kualitas dan orisinalitas serta ingin bermain di depan penonton. Fitur-fiturnya mencakup fungsi untuk menciptakan efek suara orisinal dan mengubah suara secara dinamis dengan sekali menyentuh tombol. Keyboard Ini juga menjadi yang pertama dalam seri ini yang dilengkapi mikrofon, aehingga pemain dapat bernyanyi sambil bermain dan mengambil sampel voice.
Yamaha telah mengembangkan jajaran keyboard portabel untuk berbagai keperluan, mulai dari pembelajaran anak-anak hingga orang dewasa yang bermain untuk bersenang-senang dan juga memproduksi musik. Keyboard ini telah berevolusi menjadi bentuk yang lebih menyenangkan baru-baru ini dengan penambahan konektivitas USB dan aplikasi untuk merekam audio dan video dengan mudah sebagai lagu favorit, serta memainkan dan membagikan kreasi pemain menggunakan smartphone dan perangkat lainnya.
Jangkauan musik Yamaha: Karya di balik popularitas keyboard Yamaha yang meningkat dengan pesat
Upaya Yamaha yang tak kenal lelah untuk mempromosikan musik menjadi alasan mengapa pasar keyboard portabel perusahaan ini berkembang begitu pesat. Yamaha Music School dan program pendidikan musik lainnya telah meningkatkan populasi pemain musik di lebih dari 40 negara dan wilayah di seluruh dunia. Pertumbuhan ini sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa semakin banyak pemain yang memahami cara bermain keyboard.
-
Materi ajar Music School dan Junior Original Concert
Banyak negara berkembang tidak memiliki infrastruktur yang baik untuk pendidikan musik, kekurangan instruktur dan peralatan serta kurangnya kurikulum pengajaran yang menyebabkan orang-orang hampir tidak memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan alat musik. Untuk mengatasi masalah ini, Yamaha meluncurkan School Project pada tahun 2015 untuk mempromosikan kelas musik di pendidikan publik dengan mendukung pelatihan guru dan penyusunan kurikulum, serta dengan menjual dan menyediakan alat musik dan materi ajar. Perusahaan ini juga memiliki program keyboard portabel, yang kini digunakan di Indonesia, Malaysia, dan India.
Salah satu model yang digunakan dalam program ini adalah PSR-F Series, yang dilengkapi fungsi dasar sederhana dan cara pengoperasian panel yang intuitif, serta dirancang agar mudah digunakan dan dimainkan oleh siapa saja. Berdasarkan asumsi bahwa dua siswa akan duduk di setiap keyboard, Yamaha mengembangkan mode Duo, sehingga dua orang dapat bermain secara bersamaan dengan menetapkan jangkauan nada yang sama di sisi kanan dan kiri keyboard, serta menyiapkan materi pendidikan yang sesuai.
-
Meskipun model standar yang digunakan dalam program ini berasal dari jajaran PSR-E300, guru menggunakan model dari jajaran PSR-E400 yang dilengkapi fungsi pemutaran memori USB berbasis MIDI. Dalam banyak kasus, guru di negara berkembang tidak dapat memainkan keyboard sendiri, dan jajaran PSR-E400 yang memiliki fungsi pemutaran musik memori USB dengan harga terjangkau telah mendorong para guru untuk menggunakannya.
Memainkan alat musik berarti memperluas jangkauan ekspresi emosional dan sarana aktualisasi diri. Bermain bersama juga menjadi kesempatan untuk belajar tentang tanggung jawab dan kerja sama. Inilah kekuatan musik, dan Yamaha terus memperluas School Project untuk dibagikan kepada lebih banyak orang di dunia.
-
Sebuah festival keyboard yang diadakan di Malaysia
Menciptakan lebih banyak cara baru untuk mulai bermain keyboard
Mayoritas orang menyadari ketertarikan para musisi yang berkelanjutan terhadap alat musik senar Stradivarius yang diproduksi pada abad ke-17 dan ke-18. Meskipun pada dasarnya memiliki struktur yang sama, alat musik akustik tersebut semakin antik seiring berjalannya waktu, yang merupakan salah satu alasan mengapa alat musik akustik begitu menarik.
Sebaliknya, alat musik elektronik ditakdirkan untuk terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan tren. Alat musik ini harus berevolusi untuk memenuhi harapan tak terbatas dari orang-orang yang ingin menikmati musik dalam bentuk yang lebih beragam. Di samping itu, alat musik ini juga mesti mengakomodasi pengalaman bermusik yang lebih luas, melampaui belajar bermain dan tampil, yang mencakup aktivitas bernyanyi, mendengarkan, menciptakan, dan berbagi.
Untuk memenuhi berbagai kebutuhan tersebut, Yamaha kini menawarkan jajaran produk lengkap termasuk PSS Series—model tuts berukuran mini baru yang pertama sejak PSS-15 hampir dua dekade sebelumnya—dan EZ Series, F Series, E Series, EW Series, dan masih banyak lagi. Perusahaan berfungsi sebagai fondasi untuk era di mana musik lebih mudah diakses dan dinikmati secara bebas.
Dengan misi untuk meningkatkan populasi pemain musik mulai dari negara maju hingga negara berkembang, Yamaha akan terus menjadi gerbang menuju dunia keyboard, dengan menawarkan kemungkinan baru yang membantu semua orang menikmati musik.






