50 Tahun Perjalanan Yamaha Musik di Indonesia

playbutton_white

VIDEO SEQUENCE

Dari Partner

Dari Dealer

27Dari Partner

Update Dec7, 2020

Dari Musisi

Dari Partner

Dari Dealer dan Sekolah

Update Jan11, 2021

Dari Musisi

Dari Partner

Dari Dealer dan Sekolah

Di tahun 2020 ini, tepat 50 tahun kehadiran Yamaha Musik di Indonesia.

Semua dimulai ketika Yamaha, perusahaan asal Jepang tertarik untuk menjalin kerjasama dalam pengembangan pendidikan
popularisasi musik di Indonesia.

Dari sinilah Yamaha Musik memulai sejarah perjalanannya di Indonesia sebagai perusahaan yang ingin dapat menginspirasi
masyarakat di tanah air dan membantu mereka melangkah maju dalam mengekpresikan kepribadian, emosi dan kreativitas mereka.

Di tahun 2020 ini, tepat 50 tahun kehadiran
Yamaha Musik di Indonesia.

Semua dimulai ketika Yamaha, perusahaan asal
Jepang tertarik untuk menjalin kerjasama dalam
pengembangan pendidikan popularisasi musik
di Indonesia.

Dari sinilah Yamaha Musik memulai sejarah
perjalanannya di Indonesia sebagai perusahaan
yang ingin dapat menginspirasi masyarakat di
tanah air dan membantu mereka melangkah
maju dalam mengekpresikan kepribadian, emosi
dan kreativitas mereka.

X

X

Cara Partisipasi :

  • Buat film pendek dengan tema “How Music Change Your Life (peran musik dalam hidup kamu)”.
  • Durasi maksimum 2 menit.
  • Dalam film harus ada dan wajib memakai produk asli Yamaha (alat musik, produk Audio Visual atau produk Profesional Audio).
  • Film boleh bersifat fiksi atau non-fiksi.
  • Film harus orisinal, bukan menjiplak.
  • Unggah film pendek kamu ke akun Youtube atau Instagram TV dengan format judul: Yamaha Music Short Movie Competition 2020_(JUDUL FILM)_(NAMA PESERTA)
  • Wajib follow Instagram @YamahaMusikID dan subscribe Youtube @YamahaMusikIndonesia.
  • Peserta wajib mencantumkan hashtag #YamahaMusik50, #SekarangGiliranKalian, #DiRumahPakeYamaha, #FilmPendekYamahaMusik.
  • Tag 3 temanmu untuk ajak ikutan.
  • Peserta boleh membuat film pendek sebanyak-banyaknya dengan konten berbeda.
  • Periode kompetisi: 20 November 2020 – 28 Februari 2021.

Hadiah :

  • Juara 1 : 1 unit Yamaha Stage Keyboard YC61
  • Juara 2 : 1 unit Yamaha Electric Drum DTX6K2-X
  • Juara 3 : 1 unit Yamaha Guitar LL16M/ARE
  • Harapan 1 : 1 unit Yamaha Silent Guitar SLG200N
  • Harapan 2 : 1 unit Yamaha Electric Bass BB234
  • Harapan 3 : 1 unit Yamaha PSR-E273

Ketentuan :

  • Selama kompetisi berlangsung, peserta tidak mengunci semua akun sosial media.
  • Pemenang dipilih berdasarkan keputusan juri dan bersifat mutlak.
  • Pemenang yang tidak mengkonfirmasi data lebih dari batas waktu yang ditentukan akan dinyatakan gugur.
  • Panitia akan mendiskualifikasi peserta, jika ditemukan kecurangan.
  • Panitia akan mendiskualifikasi peserta yang menyinggung unsur pornografi, SARA, dan tidak sesuai dengan ketentuan lomba.
  • Semua karya yang sudah dikirimkan menjadi hak milik YAMAHA MUSIK INDONESIA, dan pihak tersebut berhak mempublikasikannya di semua media YAMAHA MUSIK INDONESIA.
  • Hati-hati penipuan! YAMAHA MUSIK INDONESIA tidak memungut biaya apapun. Info lebih lanjut mengenai kompetisi langsung ditanyakan di sosial media YAMAHA MUSIK INDONESIA.
  • Syarat dan ketentuan diatas dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

X

APA KATA MEREKA

Dari Musisi

MUTIA AYU
(Glenn Fredly Management)

ALVIN "NOXA"

ANDIEN

MARCELL

Marching Band UI

Marching Atmajaya Yogya

Bandung Drum Corps

Marching Bahana Cendana

Nada Syiar Corps

Surosowan Drum Corps

RIO ALIEF

ERIC AWUY

DANIAL SIGARLAKI

ALIEN CHILD

DESMOND AMOS

ZENDHY KUSUMA

JUBING KRISTIANTO

ROSSA

RONALD STEVEN

SHANTY

BONAR ABRAHAM

ENO NTRL

AGUNG YUDHA

ANANDA SUKARLAN

VEGA ANTARES

OCHY

SHAHDU SYAH

ARINDI PUTRY

DORMAN MANIK
(Style Creator)

TANTAN
(Komunitas PSR)

YOVIE WIDIANTO

ARMAND MAULANA

LEA SIMANJUNTAK

IS PUSAKATA

ANDRA RAMADHAN

JOSEPHINE ALEXANDRA

UZIE ANGGANA

Dari Partner

YUSEN LOGISTICS

Karyawan PT YMPA

Sekolah Cahaya Mentari

Esa Cipta Harapan School

SDN Cemara2

Sekolah Kasih Baptist

CV LIMA WAKTU

DAVID KARTO
(Synchronize Fest)

EDDY JACOBUS
(Audio Engineer)

DAVID KLEIN
(Lembaga Pendidikan David Klein)

PT YMPI & PT YEMI

PT Yamaha Indonesia

PT YMMA & PT YMPA

ANOM DARSANA
(Ubud Jazz)

SAE INDONESIA

NORMAN HAJADI
(VST Production)

RIZKY POHAN
(Peplus Audio Group)

PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia

YAMAHA MOTOR

Dari Dealer dan Sekolah Musik Yamaha

IM SOLUTION
(Dealer)

IRAMA MAS
(Dealer)

ERA MUSIKA
(Dealer)

MAESTRO MUSIK
(Dealer)

Siswa Sekolah Musik Yamaha

Siswa Sekolah Musik Yamaha

Siswa Sekolah Musik Yamaha

Siswa Sekolah Musik Yamaha

Siswa Sekolah Musik Yamaha

Siswa Sekolah Musik Yamaha

Siswa Sekolah Musik Yamaha

SMILE MUSIC
(Dealer)

RANIA IRAMA
(Dealer)

TOPAZ
(Dealer)

DEFO MUSIK
(Dealer)

ASA MUSIKA
(Dealer)

KURNIA SEMARANG
(Dealer)

FORTE MUSIC
(Dealer)

SURYAPUTRA
(Dealer)

WM HARAPAN
(Dealer)

WM PURNOMO
(Dealer)

SEPTIM
(Dealer)

CEMPAKA MUSIK
(Dealer)

HANA MUSIC
(Dealer)

MAX & JEANNY JAKARTA
(Dealer)

SURABAYA MUSIK
(Dealer)

STAR MUSIK
(Dealer)

PREMIER & FORTE MUSIC
(Dealer)

HALMAHERA MUSIC
(Dealer)

HARI HARI MUSIK
(Dealer)

KURNIA MUSIK SOLO
(Dealer)

TOKO NADA
(Dealer)

LATREOU MUSIK
(Dealer)

SIMA ELEK
(Dealer)

ANEKA MUSIKA
(Dealer)

SINAR LESTARI MUSIKINDO
(Dealer)

MELODIA MUSIK
Dealer

ECAYO
Dealer

JENNY TJAHYONO
Guru

LITA SUPADI
Guru

DOREMI MUSIK
Dealer

K2C & HLS
Dealer

ISTANA JOMBANG
Dealer

SUSAN RAHARDJA
Guru

X

Sejarah Yamaha musik di Indonesia dimulai pada tahun 1970, ketika perwakilan Yamaha Musik Jepang (Nippon Gakki), Mr. Yasuke Sato datang ke Indonesia dan bertemu Sultan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Kedatangannya pada saat itu bertujuan untuk membahas kemungkinan melakukan kolaborasi dalam rangka mempopulerkan kegiatan bermusik di tanah air. 
Sri Sultan yang lebih akrab dengan aliran musik tradisional memiliki hubungan yang baik dengan Jenderal Polisi Drs. Hoegeng Iman Santoso, seorang sosok pecinta musik yang aktif di dalam komunitas musik pop pada masa itu. Beliau kemudian memperkenalkan Bapak Hoegeng yang juga dikenal dengan sebutan “The Singing General” sebagai orang yang kiranya tepat untuk diajak bekerja sama mendirikan sebuah yayasan musik di Indonesia.
Pada tahun 1971, ketika di Jakarta masih langka kursus musik, untuk pertama kalinya YAYASAN MUSIK YAMAHA menanamkan embrio-nya di bumi pertiwi, tepatnya di Jl. Hayam Wuruk, Jakarta. Di bulan Oktober 1971, YMI mulai menyelenggarakan Kursus Electone sebagai ‘modal pertama’ dengan menerima siswa dari segala umur. Langkah ini meskipun membutuhkan usaha yang keras di awal perjalanannya namun berhasil meraih simpati dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan penyelenggaraan Kursus Gitar yang dibuka pada bulan Januari 1972. Kursus piano dan drum juga menyusul tidak lama setelahnya.
Pada tanggal 22 Desember 1972, Yamaha Music Foundation mengubah namanya menjadi YAYASAN MUSIK INDONESIA (YMI) sebagai nama resmi yang bertahan hingga sekarang.
Pada saat inilah bendera YMI mulai benar-benar berkibar di Indonesia berkat kerjasama yang makin kokoh dengan Yamaha Music Foundation Jepang. Dan mulai saat itu YMI semakin mandiri dengan langkah-langkahnya dalam melakukan usaha pendidikan musik praktis berkat sistem pendidikan musiknya yang mudah diikuti, tetapi cukup berbobot dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Seiring dengan meningkatnya berbagai aktivitas YMI, pada tahun 1973 Yamaha memulai distribusi alat-alat musik dengan rekan perusahaan lokal PT NUSANTARA MUSIK (NUSANTIK) sebagai agen tunggal dan berkegiatan di kantor yang sama dengan YMI yaitu di Jl. Bumi No. 15.
Membuat, mendidik dan menjual adalah suatu cara Yamaha dalam berusaha untuk ikut memajukan perkembangan dunia musik. Produk Yamaha dirancang secara tepat untuk memenuhi tuntutan itu. Tepat dalam mutu, harga dan kebutuhan pendidikan. Pada tanggal 27 Juni 1974 PT YAMAHA INDONESIA (YI) didirikan sebagai pabrik pertama Yamaha Musik di Indonesia.
Piano Yamaha yang beraneka ragam hadir dalam berbagai bentuk dan desain. Piano-piano tersebut tidak hanya diproduksi langsung di Jepang namun beberapa model juga telah diproduksi di Indonesia dengan teknologi dan keterampilan modern yang disesuaikan dengan kondisi iklim dan material dasar yang terdapat di Indonesia.
Awalnya PT YI memproduksi berbagai alat musik diantaranya electone, pianica dan piano. Namun kemudian PT YI mengkhususkan diri pada produksi piano.
PT YI mengutamakan produk piano dengan kualitas dan penampilan terbaik dengan mempersiapkan tenaga kerja berketerampilan tinggi terhadap teknologi dan material-material dasar pilihan melalui proses evaluasi dan pelatihan yang konsisten. PT YI memiliki perhatian yang besar terhadap kualitas sistem produksi yang sejalan dengan keamanan lingkungan.
Untuk mendukung kegiatan produksi, PT YI mengadakan berbagai aktivitas melalui Yamaha Productivity Management seperti YPM Kaizen, VSM, 5S, dan K3 yang berhubungan langsung dengan pengembangan kualitas, waktu distribusi, biaya, keselamatan dan keamanan lingkungan. Selain itu juga diadakan Sekolah Tinggi Yamaha Indonesia (STYI), olahraga dan kursus bahasa asing. Seluruh aktivitas tersebut bertujuan tidak hanya untuk proses pelestarian namun juga untuk menambah pengetahuan dan kemampuan masing-masing pekerja.
Berbeda dari negara-negara lain dimana pendidikan musik untuk anak-anak usia pra-sekolah menjadi kursus yang diutamakan, di Indonesia pembukaan Kursus Musik Anak-Anak (KMA) baru dilangsungkan pada tahun 1976 setelah kursus Electone, kursus Gitar, kursus Piano dan kursus Drum berjalan dengan baik.

Sepuluh tahun berselang sejak pendiriannya, perjalanan YMI yang bermula dari sebuah gedung perkantoran yang sederhana di Jl. Hayam Wuruk, Jakarta, tidak cukup lagi menampung kegiatan yang semakin besar. Maka kantor YMI pun kemudian dipindahkan ke tempat yang lebih memadai yakni di Jalan Bumi no. 15, Jakarta Selatan.
Dari tempat inilah YMI berhasil melebarkan sayapnya ke seluruh penjuru tanah air, sehingga ketika PT. Nusantik memindahkan kegiatan perkantoran nya ke Jl. Wolter Mongonsidi 11 – 13 Jakarta, YMI turut membuka kursus musik disana pada bulan September 1981, dan sampai pada masa ini telah berhasil meluaskan jaringannya sampai ke kota-kota besar di hampir seluruh penjuru tanah air yaitu sebanyak 30 sekolah musik yang tersebar di 22 kota besar.
Dan untuk menjaga kesinambungan prestasi anak-anak didiknya, YMI kemudian mengadakan berbagai kegiatan konser musik dari tingkat sekolah musik sampai tingkat nasional seperti Pesta Musik Siswa Siswi YMI dan Pagelaran Musik Karya Anak-anak Indonesia.
YMI melanjutkan usahanya untuk mengembangkan minat terhadap musik melalui pendidikan di Indonesia dengan membuka kursus PMMC (Pop Music Mate Course) di bulan Oktober 1982. Kursus ensambel musik pop ini, yang dipercayakan pengelolaannya ke Elfa Secioria, pemusik muda beken asal kota Bandung, khusus menerima siswa dalam bentuk grup berjumlah 3–8 orang.  Kursus ini menjadi favorit di kalangan pelajar dan remaja karena kursus ini tidak hanya memperluas wawasan musik, namun juga mengasah kemampuan untuk menciptakan karya sendiri dan membentuk sebuah band.
Menangkap animo popularitas musik pop yang tinggi di kalangan remaja pada masa itu, YMI bersama PT Nusantik memprakarsai sebuah kontes yang dinamakan ‘Light Music Contest’ (LMC) untuk menyalurkan antusiasme ini ke dalam sebuah kegiatan yang positif.  Acara yang diadakan di Balai Sidang, Senayan, Jakarta pada 21 Mei 1983 ini sukses membangkitkan minat kalangan remaja. Hal ini terlihat dengan melonjaknya siswa PMMC yang sebelumnya berjumlah 14 grup menjadi 31 grup.
Di tahun yang sama, tanggal 12 Maret 1983 menandai dibukanya showroom baru PT Nusantik di Jl. Panglima Polim III / 19 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Showroom baru ini adalah pengganti showroom lama yang pada tanggal 21 Desember 1982 mengalami musibah terbakar. Showroom baru berlantai dua yang nantinya diarahkan fungsinya sebagai Yamaha Music Center ini memiliki sarana-sarana yang menunjang berbagai kegiatan bermusik. Ruangan showroom menempati lantai pertama bersama service center. Lantai atas dipergunakan antara lain untuk ruangan kelas khusus Electone, Pop Music Mate Course, studio rekaman, seminar dan Audio Visual.
Showroom baru ini merupakan perwujudan cita-cita lama untuk mendirikan Yamaha Music Center meskipun baru berukuran mini. Yamaha Music Center inilah yang menjadi cikal bakal pendirian Yamaha Music Center yang kita kenal sekarang.
Sejak dirilisnya ‘Light Music Contest’ pertama, ajang ini telah menetaskan musisi-musisi yang hingga kini kita kenal sebagai Music Legend tanah air. Sebut saja band Krakatau yang menjuarai kontes ini pada tahun 1985 dan Ruth Sahanaya yang terpilih sebagai Best Vocalist pada tahun tersebut. Di tahun berikutnya, pada final Light Music Contest’ tahun 1986 Emerald Band keluar sebagai Juara Pertama melalui performa komposisi jazz fusion instrumental diantaranya "Meet at Peacock" dan "Journey to Sabang Street". Kemenangan Emerald Band diikuti oleh Spirit Band 86 sebagai Juara Kedua, Kahitna sebagai Juara Ketiga dan Trie Utami sebagai Best Vocalist. Pada tahun 1988 ‘Light Music Contest’ berubah nama menjadi Band Explosion (BEX).
Band Emerald kembali menyabet Juara I untuk tingkat Nasional dan tampil di Band Explosion wilayah Asia Oceania, dimana band tersebut mendapat penghargaan untuk The Best Bass Player(Roedyanto) dan The Best Drums Player(Cendy Luntungan).
Pada World Final Band Explosion 1988 yang perhelatannya dilaksanakan di Jepang pada 12 Februari 1989, komposisi Fusion Etnik Instrumental "Karapan Sapi" band ini sukses meraih Silver Grand Price, The Best Keyboard Player & The Best Drums Player.
Seakan mengiringi maraknya geliat bermusik di tanah air, pada tanggal 13 Maret 1989, Yamaha mendirikan PT YAMAHA MUSIC MANUFACTURING INDONESIA
(YMMI).
Mulai beroperasi pada tanggal 1 September 1990, PT YMMI memproduksi alat musik Guitar Akustik dan Elektrik, Jazz Drum, Small Instrument dan Yamaha Amplifier.
PT YMMI memulai produksinya dengan produk akustik guitar. Kemudian pada tahun 1991 sampai sekarang, jajaran produknya meluas dengan memproduksi elektrik gitar, amplifier gitar, drum dan hardware yang telah di ekspor ke 60 negara di dunia, antara lain Amerika, Eropa, Australia, Asia dan Timur Tengah.

Tantangan di Tengah Usaha Popularisasi Musik di Indonesia
Perjalanan Yamaha Musik di Indonesia untuk mencapai kesuksesan yang dirasakan sekarang ini bukan mulus tanpa hambatan. Pernah mengalami masa-masa sulit di era tahun 90an, Yamaha tidak kehilangan semangat pantang menyerahnya.
Produk Yamaha yang semakin menarik banyak minat konsumen menjadi alasan didirikannya PT Yamaha Musik Indonesia Distributor (PT YMID) pada akhir tahun 1989 yang resmi beroperasi pada tanggal 30 Maret 1990 sebagai penyalur utama alat-alat musik Yamaha seperti Piano, Digital Piano, Electronic Keyboard, Gitar akustik dan elektrik, Drum serta alat musik tiup ke seluruh Indonesia.
Di lain sisi, PT YMID sebagai usaha yang baru berdiri menghadapi berbagai tantangan dalam menemukan rumusan kinerja yang matang pada saat itu. Dan dari pengalaman tersebut, PT YMID belajar bahwa membangun bisnis dengan sistem baru bukanlah suatu hal yang mudah dan juga membutuhkan sebuah proses.
Momen ini pun menjadi babak baru Yamaha bersama PT YMID yang pada tahun 1996 mulai membuat langkah-langkah inovatif. Melalui penerapan sebuah teknologi base system yang didukung dengan usaha pengembangan metode operasional departemen, akhirnya PT YMID membangun fondasi yang solid dan mulai menuai kesuksesan.
Di awal 90-an YMID melihat adanya peluang dan melakukan pengamatan cermat untuk meningkatkan pelajaran seni musik di sekolah-sekolah umum. Hasil pengamatan ini pun dicetuskan kepada Kementrian Pendidikan yang menyambut hangat ide untuk bersama-sama membekali para guru pelajaran musik dengan teknik mengajar yang terukur, sekaligus memperkenalkan alat musik Pianica dan Recorder dalam proses belajar seni musik di sekolah.
Cara ini rupanya sangat tepat. Karena kolaborasi ini membuka jalan yang lebih lebar lagi bagi YMID dan YMI untuk mengadakan kegiatan popularisasi musik di tanah air, diantaranya dengan melakukan demonstrasi alat music Electone, serta mempromosikan kursus musik kepada siswa dan orang tua di sekolah-sekolah umum.
Distribusi alat musik dan jumlah siswa kursus yang bertambah membawa YMID dan YMI memasuki sebuah bab baru dalam usaha popularisasi musik bersama para dealer nya, yaitu mulai mengadakan kegiatan pameran dan berkolaborasi dengan salah satu artis terkenal Indonesia pada saat itu, Puput Novel ataupun mengadakan acara talkshow yang dibawakan oleh ahli anak terkenal Kak Seto. Pada masa ini, YMID dan YMI juga menjalin kerjasama dengan salah satu ikon karakter Jepang yang sangat terkenal di dunia yaitu Doraemon dalam melakukan promosi kegiatannya.
Menyuguhkan kombinasi display, demonstrasi alat musik, konser siswa serta menghadirkan bintang tamu di puncak acara, pameran menjadi acara hiburan tersendiri yang ditunggu-tunggu bagi pengunjungnya. Di era pra digital marketing kala itu, sederet momen tak terlupakan menjadi saksi betapa besar usaha yang ditempuh untuk menyukseskan acara ini. Sebut saja para dealer yang tak sungkan berpetualang keliling kota diatas sepeda motor demi membagikan brosur, atau turun ke jalan demi melakukan promosi door-to-door. Suatu ketika bintang tamu yang diundang harus mendarat di kota tetangga dan dijemput dengan mobil melewati perjalanan selama 6 jam.

Perkembangan Jaringan Produksi Alat Musik Yamaha di Indonesia

Selain produk akustik, Yamaha juga memiliki produk elektronik diantaranya, Elektronic Organ (Electone), Digital Piano (Clavinova), Portable Piano dan Portable Keyboard (PSR). Di Indonesia, produk-produk tersebut mulai diproduksi oleh PT Yamaha Music Manufacturing Asia (PT YMMA) yang berdiri pada Mei 1997 PT YMMA dan memulai proses produksinya untuk produk-produk tersebut pada tahun 1998. PT YMMA pun tidak hanya berproduksi untuk pasar dalam negeri tapi juga untuk pasar luar negeri. Negara-negara sasaran ekspor nya antara lain, Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Jepang dan negara-negara Asia Pasifik seperti Malaysia, Thailand dan Korea.
Yamaha juga memperhatikan kebutuhan bagi beragam musisi termasuk mereka yang memainkan alat musik Band & Orchestra. Diantaranya alat musik marching, ensambel hingga orkestra yang meliputi perkusi, alat musik tiup, dan alat musik gesek. Di Indonesia beberapa alat musik tiup telah diproduksi oleh PT Yamaha Musical Products Indonesia (PT YMPI).
PT YMPI berdiri pada bulan Agustus 1997 dan mulai melaksanakan produksinya pada bulan April 1998. Kegiatan utamanya adalah memproduksi alat tiup pendidikan. Pada 1 April 1998, PT YMPI mulai memproduksi Flute, Pianica, Clarinet, Saxophone dan Recorder.
Alat tiup Yamaha produksi PT YMPI tidak hanya dipasarkan ke seluruh Indonesia, melainkan juga diekspor ke mancanegara. Beberapa negara yang dituju diantaranya Jepang, Amerika dan Malaysia. Pada tahun 1998 PT Yamaha Electronics Manufacturing Indonesia (PT YEMI) didirikan dan mulai beroperasi pada bulan Desember 1999 dengan memproduksi Speaker System.
Yamaha sangat mengutamakan kualitas suara. Hal ini menjadi inspirasi untuk menciptakan produksi suara yang sempurna dengan sistem speaker berkualitas tinggi.
PT YEMI mengkhususkan produksinya pada produk speaker dan bagian-bagian yang terbuat dari kayu pada home theater, HiFi Speaker System dan PC. Dengan semboyan “Membangun Dasar Utama Pabrik Yamaha Speaker Melalui Produk yang Berkualitas – Jual Lah Suara yang Sempurna”, PT YEMI menganut prinsip manajemen dan target kualitas yang menggambaran etos kerja dan semangat yang tinggi.

Lahirnya Talenta Baru Melalui Berbagai Kompetisi Musik yang Diadakan Yamaha

Jika sekarang kita merasa akrab dengan ajang pencarian bakat, sebenarnya Yamaha Musik di Indonesia punya sejarah sendiri soal ajang ini. Ajang pencarian bakat atau yang dulu lebih akrab dengan istilah kompetisi, lomba, kontes, atau festival, kerap menjadi pintu masuk ke dunia hiburan.

Yamaha rutin menggulirkan sejumlah kompetisi band baik yang digagas secara lokal ataupun berpartisipasi bersama dengan Yamaha Corporation. Dipelopori kompetisi lokal “Yamaha Light Music Contest’ yang pertama kali diadakan di tahun 1983, sejak itu berbagai ajang adu bakat bermunculan seperti Band Explosion, Music Quest, Band Alert dan Asian Beat. Tidak kalah menariknya dengan ajang kompetisi band adalah ajang Yamaha Drum Competition dan Yamaha Guitar and Drum Competition yang menjadi katalis tumbuhnya minat bermain drum dan gitar di Indonesia.

Diawali pada tahun 2000 ketika YMID menggelar Yamaha Drum Day, sebuah program pertama untuk alat musik drum yang memadukan pameran dan klinik musik yang dibawakan oleh artis endorsee Yamaha tanah air dan internasional serta mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Yang istimewa dari acara ini pengunjung juga dapat mencoba langsung keunggulan drum akustik Yamaha yang terkenal akan hardware nya yang user friendly dan fleksibel digunakan yang biasanya tidak dapat dicoba pada pameran umumnya. Merespons ketertarikan masyarakat pada produk-produk Combo, pada tahun 2003 untuk pertama kalinya YMID menggelar ajang kompetisi baru bernama Yamaha Drum Competition, yang kemudian diikuti Yamaha Guitar and Drum Competition pada tahun 2004.

Kisah sukses ajang kompetisi Yamaha tidak lengkap tanpa Asian Beat, salah satu kontes band amatir terbesar yang diadakan di sejumlah negara-negara Asia. Dimulai dengan kompetisi lokal yang diadakan oleh negara-negara peserta, para pemenang kompetisi lokal maju ke babak Grand Final dan unjuk kebolehan untuk menjadi yang terbaik diantara band band amatir. Sederet pemusik kenamaan dunia seperti Nathan East, Wes Borland, Tommy Aldridge, Sonny Emory, Billy Sheehan, James LoMenzo sampai Akira Jimbo pernah menjadi juri pada acara Grand Final Asian Beat.

Berbeda dari era 1980-an dan 1990-an, di mana band yang berkompetisi kebanyakan memainkan musik fusion dan perpaduan jazz dengan etnik tradisional, di ajang Asian Beat music yang dimainkan didominasi band beraliran rock. Mereka yang pernah berjaya di ajang-ajang kompetisi Yamaha diantaranya adalah Squirrel Band dengan gitaris Dewa Bujana (sekarang Gigi), Indonesia 6, Krakatau, dan Kahitna, hingga jawara-jawara Grand Final Asian Beat di era 2000-an, yakni Topeng Band (2005), Alas Roban (2006), Rempeyek Band (2007) dan Walk After Running (2009).

Lini Produk yang Semakin Lengkap dengan Yamaha Pro Audio dan Audio Visual

Selain instrumen alat musik, Yamaha juga memproduksi lini produk Pro Audio dan Audio Visual. Distribusi Yamaha Pro Audio di Indonesia sudah dimulai sejak dekade 70, namun pada awalnya distribusi lini produk ini ditangani oleh PT Multi Alam Elok yang bergerak di bidang sound system karena lini dan situasi pasar produk Pro Audio yang berbeda dengan instrumen alat musik.

Seiring berjalannya waktu serta melihat kebutuhan akan alat Pro Audio yang terus meningkat di tanah air baik untuk pertunjukan langsung maupun industri rekaman, pada tahun 2005 YMID memutuskan untuk menangani distribusi dan pemasaran Yamaha Pro Audio secara langsung dan PT Multi Alam Elok pun berganti peran menjadi salah satu dealer terbesar. Yamaha Pro Audio kini mendukung beragam aplikasi dari live sound reinforcement dan studio broadcast hingga teater dan instalasi di tempat komersial, dengan banyak jajaran produk mixing console, power amplifier, loudspeaker, prosesor, dan solusi immersive sound.

Selain lini produk Pro Audio, Yamaha juga memiliki rangkaian produk Audio Visual. Sampai dengan tahun 2007, Yamaha Electronics Asia (YEAS), salah satu perusahaan penjualan Yamaha Corporation Japan yang berbasis di Singapura menangani distribusi produk-produk Audio Visual untuk seluruh anak perusahaan Yamaha yang berada di Asia Tenggara. Namun, sejak tahun 2008 YMID secara resmi menangani distribusi rangkaian produk Yamaha Audio Visual yang memiliki lini produk mulai dari AV Receivers, Interior Audio, Desktop Audio, Sound Bar, HiFi Systems, HiFi Components, Wireless Streaming Amplifiers, Sistem Speaker sampai dengan Headphones dan Earphones.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Pada 11 Desember 2005, Yamaha Corporation Jepang bersama 6 anak perusahaannya di Indonesia (PT YMID beserta 5 pabrik Yamaha di Indonesia), berkolaborasi dengan Yamaha Motor untuk memulai usaha pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan yang juga dikenal dengan CSR (Corporate Social Responsibility) melalui kegiatan penanaman pohon bertajuk Yamaha Forest. Kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan di Indonesia yang merupakan area produksi dan penjualan penting bagi alat musik dan sepeda motor Yamaha, serta sebagai kontribusi terhadap keselamatan lingkungan global dan komunitas setempat. Selain pelestarian lingkungan, aktivitas Yamaha Forest tahap I ini juga mencakup pembangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus), pemberian donasi perlengkapan sekolah seperti meja, kursi, perlengkapan sekolah dan peralatan olahraga serta memberikan pengajaran mengenai pendidikan lingkungan hidup bagi masyarakat setempat.

Di tahap pertamanya, aktivitas Yamaha Forest berlangsung selama lima tahun. Dari tahun 2005 sampai 2009, lebih dari 115,000 bibit pohon ditanam di area seluas 126,7 ha di daerah Sukabumi, Jawa Barat, dengan dukungan dari OISCA, sebuah organisasi nirlaba Jepang yang telah memiliki reputasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

Kegiatan Yamaha Forest bertujuan untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai sumber mata air, mencegah pengikisan tanah dan memperbaiki kualitas udara. Selain itu, kegiatan ini turut memperkaya komunitas setempat melalui pendidikan lingkungan hidup bagi siswa-siswi sekolah dasar, menengah dan atas di area tersebut. Pada kegiatan tahap pertama ini, total lebih dari 9180 peserta berpartisipasi dalam acara penanaman pohon yang diadakan tiap tahunnya dan meningkatkan kesadaran akan lingkungan hidup.

Mengatasi Maraknya Piano Rekondisi dan Keberlanjutan Popularisasi Musik di Tanah Air

Meningkatnya popularitas kursus musik meningkatkan kebutuhan masyarakat akan alat musik khususnya piano. Harga piano yang tidak selalu terjangkau oleh semua kalangan menjadi kesempatan bagi piano rekondisi untuk berkompetisi di pasar. Secara sepintas, piano rekondisi terlihat bagus namun yang terjadi sebenarnya adalah piano tersebut telah kehilangan fungsi keorisinilannya antara lain dikarenakan penggantian spare part yang tidak asli ataupun tidak sesuai yang akan berakibat kepada suara yang dihasilkan oleh piano tersebut.

Hal inilah yang membuat Yamaha merasa perlu untuk membagikan pengetahuan dan informasi mengenai piano rekondisi kepada masyarakat luas agar mereka menyadari bahwa prinsip utama dalam membeli alat musik adalah membeli kualitas suara. Aktifitas ini telah dimulai pada tahun 2001 dan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, sampai pada saat dimana Yamaha Musik bersama dealer-dealernya memutuskan untuk mengadakan sebuah pameran yang cukup besar yaitu Yamaha Music Expo pada 7-8 Januari 2006 di Balai Kartini, Jakarta. Salah satu keuntungan mengadakan pameran adalah kesempatan bertatap muka dengan konsumen dan dapat secara langsung memberikan edukasi dan informasi mengenai bagaimana cara memilih alat musik yang tepat bagi mereka. Hal ini dapat memperkuat kepercayaan konsumen terhadap alat musik yang dibelinya. Tidak melupakan kegiatan popularisasi musik yang telah dirintis pada tahun 90-an, Yamaha Musik terus melanjutkan misinya dalam ikut memajukan dunia pendidikan di tanah air melalui berbagai seminar alat musik untuk sekolah negeri maupun swasta yang telah dilakukannya.

Seminar Recorder adalah salah satu diantaranya. Kegiatan ini cukup gencar dilakukan selama periode 2000-an. Untuk memberikan apresiasi sekaligus sebagai wadah dalam menyalurkan minat bermusik bagi guru dan siswa-siswi di sekolah dasar dan menegah yang telah mengimplementasikan kegiatan belajar mengajar Recorder di sekolahnya, Yamaha Musik mengadakan sebuah acara konser musik bernama Parade Konser.

Di acara ini, semua sekolah dasar dan menengah yang telah mengikuti seminar Recorder akan tampil memperlihatkan kebolehannya dalam memainkan Recorder dalam bentuk grup ensambel.

Penampilan Baru Yamaha Musik di Indonesia

Pada tahun 2007, YMID menciptakan sebuah visi baru untuk memberikan inspirasi kepada siswa dan pelanggan supaya dapat melihat Yamaha Musik dalam "cahaya" yang berbeda yaitu dengan memperkenalkan Yamaha Music Square.

Yamaha Music Square memperkenalkan identitas baru Showroom yang eksklusif dan berbeda dengan kompetitor serta memperkuat Brand Image melalui keseragaman konsep desain. Konsep ini juga menawarkan one-stop-solution bagi pelanggan untuk melihat dan mencoba langsung lini produk Yamaha yang lengkap atau mengikuti kursus sekolah musik Yamaha dibawah satu atap. Yamaha Music Square ingin memberikan rasa nyaman dan terpercaya bagi para pelanggan maupun siswanya ditambah akses yang mudah dijangkau bagi semua orang dari keberadaan sebelumnya di Yamaha Music Center Building.

Sebagai pusat kegiatan dan hiburan, mal menjadi destinasi favorit masyarakat serta keluarga Indonesia di area perkotaan untuk berbagai macam aktifitas sehari-hari. Hal inilah yang menjadi pertimbangan untuk membawa konsep Music Square ke dalam mal. Pada tahun 2008, Yamaha Music Square pertama resmi dibuka di pusat perbelanjaan Mal Pacific Place Jakarta sebagai model contoh bagi dealer-dealer Yamaha di seluruh Indonesia. Terdiri dari dua lantai, showroom yang dikelola oleh PT Nusantik dan sekolah musik dibawah naungan YMI, Yamaha Music Square kini mampu memberikan kesempatan kepada masyarakat yang lebih luas untuk menjadi bagian dari keluarga Yamaha Musik.

Lokasinya yang mudah diakses karena berada di pusat kota menjadi salah satu alasan mengapa mal ini terpilih. Luas area yang tersedia pun mendukung keinginan untuk dapat memamerkan seluruh jajaran lini produk dari level pemula hingga level profesional dengan leluasa.

Pada tahun 2010, Yamaha Music Showroom pindah ke area baru di mal Pacific Place yang lebih strategis serta menggabungkan showroom dan sekolah musik di satu area yang terhubung dan mampu menampung lebih dari 30 ruang kelas. Di area yang baru ini jumlah siswa sekolah musik pun terus meningkat hingga mencapai 2000 siswa.

Keberadaan Yamaha Music Square adalah garis start dari Yamaha Music Education Fair. Sebuah gagasan baru kegiatan pameran yang menyatukan sejumlah dealer dan sekolah musik Yamaha dalam sebuah area dimana calon siswa ataupun calon pembeli dapat menikmati kemudahan mendapatkan informasi dalam memilih lokasi kursus ataupun alat musik yang diinginan. Diramaikan dengan berbagai acara hiburan dan penawaran menarik serta arena bermain anak, Yamaha Music Education Fair sukses menjadi daya tarik bagi siswa maupun pelanggan baru dan kegiatan pameran dengan konsep seperti ini akhirnya menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh dealer-dealer Yamaha hingga saat ini.

Kolaborasi “Two Yamahas, One Passion” Yamaha Musik dan Yamaha Motor

Sebagai perusahaan yang berbagi merk "Yamaha" yang sama, Yamaha Musik dan Yamaha Motor telah lama bekerjasama dalam merencanakan dan menyelenggarakan berbagai macam acara di banyak tempat, dimana dua perusahaan tersebut mempunyai hubungan yang sangat kuat dan keduanya terkait dalam keinginan bersama mereka untuk menciptakan "Kando" dengan pelanggan mereka, bertemakan “Two Yamahas, One Passion” (Dua Yamaha, Satu Semangat).

Dua Yamaha telah memulai proyek kerja sama nya sebelum tahun 2005 melalui kolaborasi pameran di perhelatan Pekan Raya Jakarta. Pengimplementasian kolaborasi ini diinisiasi oleh disediakannya area pameran oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang didukung sinergi YMID melalui penampilan artis-artis Yamaha endorsee tanah air yang dimulai sejak tahun 2006 hingga saat ini.

Sederet kerja sama pada event lainnya juga tercatat dalam sejarah kolaborasi Yamaha Musik dan Yamaha Motor di Indonesia, seperti kolaborasi pada acara final tingkat nasional kompetisi Asian Beat 2016, Blue Core Yamaha Motor Show (BYMS 2017) dan Yamaha Music Combo Fair 2017 serta kolaborasi secara digital pada perayaan Yamaha Day.

Mengawali tahun 2020, YIMM bersama YMID semakin kompak berkolaborasi di perhelatan Java Jazz 2020 yang diadakan pada tanggal 28 Februari – 1 Maret 2020 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Bertajuk tema ‘Connected 2 Yamahas’, Yamaha Musik memperkenalkan kembali salah satu aplikasi andalannya yaitu ‘Smart Pianist’, sebuah aplikasi khusus untuk perangkat pintar yang terhubung dengan instrumen musik. Sedangkan Yamaha Motor meluncurkan sebuah aplikasi baru yaitu ‘Yamaha Motorcycle Connect’, yang pertama di Indonesia. Aplikasi ini menghubungkan pelanggan dengan motornya dengan menggunakan perangkat pintar.

Acara ini pun menjadi ajang kedua perusahaan dalam mendukung perkembangan anak bangsa di bidang musik melalui kompetisi pembuatan jingle yang bertajuk “NMAX Jingle Competition” yang diadakan dari 1 Maret – 1 Juni 2020. Selain itu, sebagai perayaan 50 tahun Yamaha Musik di Indonesia dan juga 30 tahun berdirinya YMID, pengunjung dapat menikmati Yamaha Innovation Road yang menceritakan sejarah perjalanan Yamaha Musik dan Yamaha Motor di Indonesia.


Yamaha Music Project Meramaikan Java Jazz International Festival

Dimulai sejak tahun 2005, Jakarta Internasional Java Jazz Festival adalah salah satu festival musik Jazz terbesar di dunia yang diadakan di Jakarta, Indonesia. Berawal sebagai pendukung di belakang layar, Yamaha Musik telah menjadi bagian dari festival ini dengan menyediakan berbagai instrumen musik yang akan digunakan para musisi dan artis.

Pada tahun 2014, dalam rangka memeriahkan 10 tahun Java Jazz Festival untuk pertama kalinya Yamaha Musik tidak lagi sekadar bermain di belakang layar, namun turut meramaikan panggung dengan menggelar sebuah konser pertunjukan musik berdurasi 1 jam bertajuk Yamaha Music Project "The Greatest Movie Soundtracks of all time presented by Yamaha Music Artist". Dibawah arahan Music Director yang juga Yamaha Artis yaitu Ronald Steven, Yamaha Musik menampilkan sejumlah soundtrack film terkenal sepanjang masa dalam konsep medley menggabungkan beberapa tema fim seperti soundtrack dari film James Bond (Golden Eye, The World is not enough & Die Another day), Batman, Disney, serial TV dan tentu saja tidak ketinggalan karya-karya sineas tanah air.

Sederet nama Yamaha Artis tampil dalam proyek perdana ini seperti Jubing Kristianto, Ivanka Slank, Budhy Haryono, Jonas Wang, Henry Budidharma, Denny Chasmala, dan Ophie Danzo, serta bintang tamu dan musisi pendukung Istiqomah Payung Teduh, Tompi, Tangga, Jemima & GAC, Sadrach Lukas dan 3 orang brass section yaitu Arief Budhiyana, Yoseph Goldfrid dan Andri Hadiyono.

Sejak saat itu Yamaha Music Project pun secara rutin hadir menghibur pecinta musik dengan tema yang variatif setiap tahunnya. Di tahun 2015, Yamaha Music Project menyuguhkan Tribute to Michael Jackson sebagai apresiasi terhadap kontribusi dan prestasi yang telah ditorehkan oleh sang raja pop. Lalu di tahun 2016, Yamaha mempersembahkan dua project yang berbeda yaitu Yamaha Guitar Project yang mengusung konsep akustik nan romantis perpaduan petikan gitar Jubing Kristianto sebagai Music Director, Denny Chasmala dan Henry Budidharma serta Ronald Steven pada bass, dan Yamaha Music Project yang mengkolaborasikan Glenn Fredly, Isyana Sarasvati dan Marcello Tahitoe dalam membawakan lagu-lagu hits di era tahun 80-an dan 90-an. Berikutnya di tahun 2017, Glenn Fredly, Yura Yunita, Tulus, Saykoji dan Armand Maulana dengan apik membawakan lagu-lagu greatest hits dunia yang dikemas dalam sebuah aransemen jazz yang unik, diikuti dengan Blast from the 90’s yang menjadi tema di tahun 2018, dan Sound of Generation di tahun 2019.

Di perhelatan Java Jazz 2020 Yamaha Music Project konsisten menampilkan kolaborasi dengan para musisi kenamaan Indonesia. Dengan title ‘Music is Defined, Stay Connected to Yamaha’, Marcell, Andien dan Shanty membawakan lagu-lagu hits mereka pada masanya dengan aransemen musik dari Bonar Abraham sebagai Music Director.


Melanjutkan Semangat Kepedulian Sosial Melalui Program Music Time

Setelah menuntaskan kegiatan peduli alam dan lingkungan Yamaha Forest bersama dengan anak usaha Yamaha lainnya di Indonesia, YMID menggiat kegiatan CSR baru dengan program pendidikan musik bertajuk Music Time. Menyadari bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan untuk mengikuti kursus musik secara khusus, Music Time bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh siswa sekolah untuk mengolah rasa melalui seni musik, memiliki keterampilan bernyanyi dengan nada yang tepat, memainkan alat musik dan menyadari betapa menyenangkannya bermain alat musik. Yamaha berharap dapat memberikan sedikit peran dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya berbekal kecerdasan berpikir tetapi juga kepekaan perasaan, rasa artistik, kemampuan bersosalisasi, kegembiraan dan rasa positif menghadapi masa depan.

Maka pada tahun 2015 YMID bekerjasama dengan dinas Pendidikan kota mulai memperkenalkan program Music Time di 141 sekolah dasar negeri yang tersebar di 7 kota. Dilaksanakan dalam beberapa tahap, tahap pertama program Music Time yang diberi judul “Ceria Bersekolah Bersama Keyboard Yamaha” dilakukan di kota Bandung melalui kerjasama dengan Dinas Pendidikan kota Bandung. Sebanyak 840 unit portable keyboard didonasikan untuk 40 SDN di kota Bandung, sekaligus dengan materi pengajaran bermain keyboard serta penyelenggaraan seminar bagi guru kesenian dan guru wali kelas mengenai cara mengajar dasar bermain portable keyboard.

Pada tahap kedua diberikan 1.050 unit Portable Keyboard bagi 50 sekolah dasar negeri dengan distribusi 20 sekolah di kota Jakarta Selatan, 15 sekolah di kota Makassar dan 15 sekolah di kota Jambi. Tercatat sampai dengan tahun 2016 sebanyak 2.961 unit keyboard di distribusikan untuk 141 sekolah dasar negeri yang meliputi Bandung (40 SDN), Jakarta Selatan (20 SDN), Jambi (15 SDN), Makassar (15 SDN), Jakarta Pusat (20 SDN), Semarang (16 SDN) dan Surabaya (15 SDN) dimana setiap SDN menerima bantuan sebanyak 21 unit keyboard.

Untuk memperluas program Music Time ke seluruh Indonesia, pada tahun 2017 YMID membangun kerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan berhasil menerapkan program Music Time ke lebih dari 600 Sekolah Dasar Negeri yang tersebar di seluruh Indonesia hingga saat ini.


Hubungan Dekat Yamaha dengan Gitaris Indonesia

YMID sadari, perkembangan gitar Yamaha di Indonesia memerlukan sosok para gitaris yang mencintai gitar produksi Yamaha. Dan, mereka dapat berbagi cerita pengalaman menggunakan gitar-gitar Yamaha kepada para pelanggan.

Sebelumnya, lini produk gitar Yamaha dikenal oleh masyarakat sebagai produk entry level atau pemula. Gitar-gitar Yamaha di Indonesia kebanyakan hanya dikenal oleh para siswa sekolah musik Yamaha. Gitar untuk mereka yang mulai belajar. Cukup sulit untuk memperkenalkan gitar Yamaha dengan spesifikasi yang lebih tinggi dengan jangkauan harga menengah hingga atas.

Untuk itu, YMID mulai bekerjsama dengan para gitaris yang notabene menjadi sorotan di industri musik tanah air. Sebut saja Andra Ramadhan, Denny Chasmala, Vega Antares, dan Zendhy Kusuma. Keempat gitaris ini menjadi sosok yang dapat menceritakan gitar Yamaha secara keseluruhan, khususnya lini produk elektrik gitar.

Sebagai contoh gitar elektrik Yamaha Pacifica. Sebelumnya, para pelanggan mengenal Yamaha Pacifica sebagai gitar pemula atau entry level. Sulit untuk mereka menerima model ini dengan spesifikasi yang lebih tinggi dengan harga menengah ke atas. Namun, kerjasama dengan keempat gitaris tersebut membuahkan hasil dengan Yamaha Pacifica 612VIIFM (lini tertinggi seri Pacifica) sebagai gitar impian dan wajib dimiliki oleh para gitaris. Keempat sosok ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya menggunakan produk Yamaha.

Sukses dengan Yamaha Pacifica, YMID memutuskan untuk memperkenalkan akustik gitar Yamaha dengan harga menengah ke atas. Tujuannya, agar pelanggan mengetahui bahwa Yamaha memiliki varian gitar yang beragam. Bukan hanya untuk pemula atau entry level, namun juga gitar akustik dengan kualitas yang dapat mereka andalkan saat terjun ke industri musik professional.

Tidak banyak orang tahu bahwa gitar akustik bermerek Yamaha yang tersebar di berbagai belahan dunia adalah made in Indonesia atau tepatnya diproduksi di pabrik PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia (YMMI). Sebuah kebanggaan bahwa gitar yang banyak digunakan musisi dunia ternyata dari Indonesia.

Tepat pada 26 Februari 2016, YMMI memberikan penghargaan kepada pekerjanya di pabrik tersebut guna merayakan produksi gitar akustik Yamaha ke-10 juta dengan menghadirkan gitaris Denny Chasmala dan Hiroaki Kato. Dari seluruh gitar yang telah diproduksi YMMI, 90%-nya adalah untuk pasar ekspor, sisanya, 10%, untuk pasar domestik. Keputusan YMMI mengutamakan pasar ekspor adalah karena YMMI ingin menjadi pabrik gitar nomor satu di dunia. Setidaknya ada 22 negara tujuan ekspor di seluruh dunia diantaranya Amerika Serikat, Meksiko, Panama, Kanada, Brasil, Jerman, Prancis, Rusia, Inggris, Finlandia, Belgia, Swedia, Malaysia, China, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Taiwan. YMMI juga mengekspor ke Australia dan Selandia Baru.

Hiroaki Kato, musisi dan penyanyi asal Jepang yang fasih berbahasa Indonesia ini menyanyikan lagu Ruang Rindu (Band Letto) dan Laskar Pelangi (Band Nidji) dalam dua Bahasa, Jepang dan Indonesia dihadapan 1.500 buruh pabrik YMMI.

Senada dengan Hiro, Denny Chasmala, musisi yang dikenal sebagai arranger sekaligus produser musik penyanyi terkenal macam Titi DJ, Krisdayanti, Tere, dan Duo Maia ini menyampaikan kebanggaannya ketika mengetahui gitar Yamaha yang digunakannya buatan Indonesia.

Untuk mengenalkan lini produk Yamaha Guitar Gallery ke khalayak yang lebih luas, khususnya para gitaris muda atau milenial, YMID juga bekerjasama dengan gitaris-gitaris dari berbagai generasi. Sebut saja Josephine Alexandra, Is Pusakata, dan Jubing Kristianto untuk bercerita pengalaman mereka menggunakan gitar akustik Yamaha.

Selain gitar akustik dan elektrik, YMID juga fokus pada lini produk bass elektrik. Seperti gitar akustik dan elektrik, bass Yamaha juga dikenal karena kualitas craftsmanship terbaik dengan harga yang terjangkau. Menyadari perlunya sosok untuk mengenalkan bass-bass Yamaha ini, YMID bekerjasama dengan bassist seperti Ronald Steven, Bonar Abraham dan Shadu Shah. Ketiga bassist ini memiliki persona yang dapat menginspirasi para bassist muda. Dan, cerita pengalaman bermusik mereka selalu menarik untuk diikuti.

Sebagai kesimpulan, Yamaha selalu dekat dengan para musisi untuk terus menginspirasi generasi muda agar tetap berkarya. Apapun kondisi dan situasinya, musisi harus tetap berkarya, dan Yamaha musik memberi solusinya.


Membangun Pabrik Baru YMPA Guna Menjawab Permintaan Pasar

Setelah YMMI merayakan produksi 10 juta gitar nya, pada awal tahun 2017 Yamaha Corporation mengumumkan keputusannya untuk mendirikan anak perusahaan baru dalam bidang manufaktur di Indonesia yaitu PT Yamaha Musical Products Asia (YMPA) yang disertai dengan pembangunan sebuah pabrik baru.

Pendirian pabrik baru ini dimulai pada bulan Maret 2017 dan merupakan jawaban Yamaha akan kian meningkatnya permintaan alat musik dan peralatan audio sebagai dampak dari tumbuhnya perekonomian menengah di negara-negara berkembang serta sebagai pencapaian sasaran perusahaan untuk memperluas pasar di area ini. Langkah ini juga merupakan pencapaian Visi manajemen Yamaha untuk Menjadi Perusahaan Individual yang Cemerlang - “Becoming an indispensable, brilliantly individual company”.

Sebagai pabrik Yamaha ke enam di Indonesia, YMPA yang memulai kegiatan operasionalnya pada bulan Agustus 2018 dengan memproduksi alat musik digital, suku cadang piano, dan produk-produk lainnya baik untuk kebutuhan pasar domestik maupun pasar internasional. Disamping mengoptimalkan produksi melalui kerjasama dengan lima pabrik Yamaha lainnya di Indonesia, fasilitas baru ini berkontribusi dalam meningkatkan profitabilitas dan kapasitas produksi alat musik, terutama piano digital, dan peralatan audio Yamaha secara keseluruhan.

Kementrian Perindustrian Indonesia menilai kehadiran fasilitas produksi YMPA turut memberikan sumbangsih dalam meningkatkan nilai ekspor negara, yang memberikan dampak positif bagi neraca perdagangan Indonesia.


YMID Memulai Distribusi Nexo, Line 6 dan Ampeg

Yamaha menambah deretan produknya dengan bergabungnya Line 6, Ampeg dan Nexo ke dalam keluarga besar Yamaha. Merapatnya tiga nama ini menambah daya gedor Yamaha di bidang inovasi teknologi dan penetrasi pasar peralatan musik dunia termasuk Indonesia.

Pada bulan Mei 2015 YMID secara resmi mengumumkan dimulainya distribusi produk Line 6 yang memproduksi digital modeling amp untuk para gitaris, yang kemudian diikuti dengan produk amplifier gitar bass Ampeg pada tahun 2018 untuk melengkapi keseluruhan lini produk gitar yang ditawarkan Yamaha. Dengan tersedianya kedua lini ini, Yamaha Musik di Indonesia terus menginspirasi penggunanya dengan inovasi yang membantu gitaris dengan cara yang menyenangkan. Tidak hanya membawa kualitas namun juga fokus pada solusi yang mempermudah dan menyederhanakan pekerjaan para gitaris dalam berkarya.

Kemudian pada 1 April 2019, Nexo secara resmi menunjuk YMID untuk melakukan penjualan di Indonesia. Dan pada Selasa, 30 April 2019 YMID menggelar acara “PRODUCT LAUNCHING NEXO GEO M12” yang dihadiri lebih dari 100 orang para praktisi audio, seperti sound engineer, perusahaan persewaan sound system, konsultan, operator sound tempat ibadah dan lainnya.

Pada puncak acara tim Technical Marketing dari YMID memperkenalkan keseluruhan Line up Nexo speaker yang di lanjutkan dengan perkenalan produk terbaru Geo M12 yang memiliki berbagai keunggulan teknologi yang menjadikan GEO M12 sebagai loudspeaker yang compact dengan kemampuan luar biasa. Hadirin juga diperdengarkan keseluruhan jajaran produk yang dipajang diantara nya Geo M6+LS18, Geo M10 + MSUB 15, iD24+S110 serta 6 buah Geo M12 di setiap sisi dengan 8 buah MSUB 18 yang sangat memukau.

Dalam acara ini YMID sekaligus mengumumkan 5 delaer resmi Nexo di Indonesia yaitu Sirius Audio Tech (Jakarta), PT Electro Audio Engineering (Jakarta). IM Solution (Surabaya), Dempo Musik (Surabaya) dan CV Indotekhnik (Bali). Konser Pusakata & The Panganans menjadi penutup yang apik dari keseluruhan acara dengan melantunkan 11 lagu.


Kontribusi Yamaha Terhadap Perkembangan Budaya Musik Indonesia Melalui Keyboard PSR-S/SX

Sejak dekade 1980 organ tunggal telah menjadi tren di masyarakat Indonesia sebagai sarana hiburan meriah yang praktis dan menjadi pilihan paling diminati. Hampir setiap hajatan, baik perseorangan maupun institusi tak lepas dari hiburan organ tunggal.

Yamaha sendiri telah memproduksi alat musik synthesizer sejak tahun 1974 dan alat musik keyboard portable sejak tahun 1980, namun baru pada tahun 2001 diperkenalkan ke pangsa pasar domestik dengan diluncurkannya tipe keyboard portable PSR-2000/1000. Tipe ini adalah hasil pabrikan YMMA yang menjadi model Arranger Workstation unggulan saat itu. Sejak inilah terbentuk pasar Arranger Workstation di tanah air.

Tentu saja hiburan organ tunggal kurang lengkap rasanya tanpa iringan musik dangdut serta genre nya. Hal ini lah yang memicu terjadinya lonjakan permintaan konten musik lokal yang berujung pada bermunculannya profesi sebagai content creator. Memahami situasi ini, pada tahun 2012 Yamaha meluncurkan PSR-S950/S750 yang secara khusus dilengkapi dengan kapabilitas ekspansi memori dalam bentuk waveform, serta kemampuan yang mendukung penambahan konten eksternal.

Di tahun 2019 Yamaha semakin memperdalam kontribusinya terhadap budaya musik tanah air dengan meluncurkan keyboard generasi baru PSR-SX900/700. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan seri terbaru keyboard ini. PSR-SX merupakan wujud nyata keunggulan sebuah Digital Workstation generasi baru dengan kualitas suara, desain dan pengalaman pengguna yang melampaui pendahulunya, namun dengan tetap memberikan kontribusi terhadap perkembangan musik tradisional. Sebagai seri pertama Keyboard Yamaha PSR yang menampilkan touch screen, teknologi speaker dengan jangkauan suara ekspansif, Joy Stick serta Bluetooth Audio, PSR-SX diciptakan berdasarkan pengalaman dan permintaan dari para musisi single player keyboard dan pengguna PSR yang didapat ketika tim Yamaha melakukan roadshow di beragam kota. Adaptasi interface pengguna intuitif Genos, serta 3 pack Voice dan Style Indonesia terbaru menjadikan PSR-SX jawaban dan pilihan terbaik yang melebihi ekspektasi para pengguna keyboard.

2020 adalah tahun penuh tantangan dan ketidakpastian. Pandemi global Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan kita setahun terakhir, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.
Pemerintah Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Semua kegiatan sosial terhenti, kecuali pabrik dan toko yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. YMID juga terpaksa menghentikan kegiatan bekerja di kantor, dan semua karyawan mulai bekerja dari rumah dengan beberapa pengecualian.

Ketika pembatasan pada semua aktivitas penjualan mulai ditetapkan pada bulan April, pukulan bagi YMID adalah penutupan total aktivitas kursus musik yang mengganggu kelangsungan kegiatan belajar mengajar siswa sekolah musik Yamaha. Oleh karena itu, segenap tim pendidikan musik dengan tanggap segera mengupayakan pengadaan kursus secara online. Dengan fleksibilitas dan kecepatan yang didukung semangat dan tekad untuk "menyampaikan pelajaran kepada siswa melalui usaha apa pun", sekolah musik membangun sistem pelajaran online hanya dalam 10 hari. Hasilnya, siswa dapat melanjutkan pelajaran dan bahkan kursus online ini menjadi kegiatan yang memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi mereka ketika harus menghabiskan waktu di rumah saja. Kegiatan sekolah musik tetap berjalan dengan mengadakan sekitar 2 kursus setiap hari.

Pada bulan Juni 2020, PSBB secara bertahap dicabut, dan toko retail seperti pusat perbelanjaan dapat menerima pelanggan hingga setengah dari kapasitas normalnya. Menanggapi hal ini, dealer melanjutkan operasi toko pada bulan Juni, tetapi jumlah pelanggan tetap dibatasi sekitar 20% dari level normal. Namun, penyebaran infeksi terus berlanjut dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir, sehingga pencabutan PSBB secara bertahap dibatalkan pada pertengahan September. Pembatasan kegiatan yang ketat dimulai lagi, tetapi anggota YMID tetap mempertahankan kinerja baik dan tetap semangat.

Departemen pemasaran dan penjualan YMID memainkan peran sentral dalam mengkomunikasikan informasi kepada pelanggan, pemilik, dan staf toko. Seminar pengenalan produk telah diubah dari format tatap muka menjadi format webinar.

Semua toko dealer sempat harus ditutup dan aktivitas penjualan konvensional termasuk kunjungan toko terpaksa diubah dan beralih ke penjualan secara online, menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan e-Commerce. Walaupun saat ini toko-toko sudah bisa dibuka kembali, namun tetap dengan pembatasan serta dibawah protokol kesehatan sehingga transaksi jual-beli secara online tetap menjadi pilihan pelanggan untuk berbelanja secara aman di tengah situasi pandemi. Pada bulan Oktober 2019 YMID telah meluncurkan toko online resmi Yamaha Musik Indonesia di situs belanja online Blibli.com. Siapa yang tahu bahwa kehadirannya ternyata sangat tepat waktu, karena berkat keberadaannya pelanggan tetap dapat berbelanja alat musik Yamaha dengan mudah, aman, dari rumah dan dari sumber yang terpercaya. Data penjualan memperlihatkan adanya peningkatan pembelian alat musik sebanyak lebih dari tiga kali lipat memasuki masa PSBB dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, kegiatan komunikasi antara YMID dan pelanggan secara digital pun menjadi semakin penting. Dengan mengikuti perkembangan teknologi dan trend di masyarakat, sejak tahun 2012 YMID telah membangun situs perusahaan dan platform sosial media yang aktif untuk mendekatkan diri ke pelanggan dan masyarakat secara luas serta memulai kampanye produk secara online. Ketika PSBB dimulai YMID mengembangkan kampanye melalui hashtag #DiRumahPakeYamaha yang dipusatkan di situs web perusahaan dan platfrom media sosial. #DiRumahPakeYamaha menyediakan konten-konten menarik yang bisa dinikmati pelanggan agar tidak bosan di rumah mengenai informasi produk, tips dan trik bermain musik, video dari artis-artis Yamaha Indonesia ataupun jadwal kegiatan online yang dapat menambah wawasan pelanggan dan memotivasi dealer untuk terus aktif dan produktif. Kampanye #DiRumahPakeYamaha juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan berbagi pengalaman mereka bermusik di rumah dengan posting video kegiatan bermusik mereka selama di rumah yang sampai saat ini telah mencapai 6500 unggahan.

YMID juga mempertahankan upaya komunikasi secara langsung dengan pelanggan agar tetap bisa mendapatkan informasi mengenai produk-produk Yamaha melalui Customer Communication Center (CCC). Memulai aktifitasnya secara resmi pada bulan April 2019, CCC dibangun sebagai sarana untuk memberikan solusi bagi para pelanggan guna mencoba dan mendalami sederetan produk-produk unggulan Yamaha mulai dari alat musik hingga Professional Audio (khususnya aplikasi dari produk CIS – Commercial Installed Sound). Selain itu CCC juga berperan menjadi penghubung antara pelanggan dan dealer dengan menjawab kebutuhan pelanggan dan mengarahkan pelanggan ke dealer yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Walau saat ini pelanggan tidak dapat mengunjungi langsung showroom CCC, mereka tetap dapat bertanya melalui layanan pesan WhatssApp ataupun e-mail. Dengan begitu kedekatan pelanggan dengan Yamaha secara personal tetap terjaga.

YMID akan terus meningkatkan dan mengembangkan aktivitas yang memanfaatkan keuntungan online ini. Tentunya ada beberapa efek karena perbedaan lingkungan komunikasi di sisi pelanggan tanpa tatap muka. Tetapi YMID akan terus mencari cara baru untuk terhubung dengan pelanggan, kita tidak akan diam di tempat yang sama karena dunia telah berubah dan tidak akan kembali seperti sebelum Corona.

Memasuki tahun 2021 dengan langkah yang lebih tegap, kami yakin upaya ini akan membuat YMID menjadi perusahaan yang tak tergantikan dan benar-benar kuat. Tahun ini merupakan tahun ke-50 sejak Yamaha masuk ke Indonesia. Yamaha terus bertekad untuk menyampaikan kegembiraan suara dan musik ke Indonesia di tahun-tahun mendatang.