Sound That Moves: Bagaimana Ole Red Nashville Menghadirkan Momen Musikal Tak Terlupakan

  • Hospitality
  • Installed Sound Reinforcement
  • Gambar: Sound That Moves:  Bagaimana Ole Red Nashville Menghadirkan Momen Musikal Tak Terlupakan

Ole Red Nashville, Tennessee, atas izin Opry Entertainment Group

Ole Red Nashville bukan sekadar bar tetapi juga venue acara musik empat lantai di pusat Music City, di mana pertunjukan rutin setiap malam dan berbagai acara besar terus mendorong batas kualitas live sound. Di kota dengan persaingan musik yang begitu ketat, tim audio Ole Red menjawab tantangan tersebut dengan respons yang cepat, alur kerja yang efisien, dan koordinasi yang solid agar musik terus mengalir dan menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan.

Di pusat kawasan Broadway, Nashville, di mana musik terdengar dari setiap pintu dan lampu neon berkelap-kelip mengikuti irama live band, Ole Red tampil menonjol bukan hanya karena tata letaknya yang bertingkat atau panggung rooftop-nya, tetapi juga karena pengalaman audio imersif yang disajikannya setiap malam. Di balik semua itu, ada Matthew Cox, seorang musisi yang beralih profesi menjadi manajer produksi, dengan pemahaman mendalam tentang performance yang membentuk setiap mixing.

“Saya sudah lama menjadi musisi,” ujar Cox, yang tumbuh besar dengan bermain biola dan piano sebelum mempelajari komposisi musik. “Saat saya melakukan mixing monitor, saya membayangkan apa yang ingin saya dengar jika sedang berada di atas panggung, yaitu kejernihan, keseimbangan, dan rasa ruang.”

Pola pikir seorang performer itulah yang menjadi inti dari pendekatan Ole Red. Baik itu pertunjukan akustik solo di rooftop gedung maupun penampilan band lengkap di panggung utama, tujuannya sama yaitu membuat musik terasa hidup bagi audiens. “Kami tidak hanya memaksimalkan suara,” Cox menjelaskan. “Kami menciptakan sebuah pengalaman. Audiens harus bisa merasakan setiap nada, setiap lirik, seolah mereka menjadi bagian dari performance tersebut.”

  • Gambar: Panggung Utama & Mezanin,  atas izin Opry Entertainment Group

Panggung Utama & Mezanin, atas izin Opry Entertainment Group

Venue yang dibangun untuk Perjalanan Bermusik

Ole Red Nashville bukan sekadar bar tetapi juga venue acara musik empat lantai dengan zona performance yang unik. “Atap gedung memiliki panggung sendiri, lantai tiga digunakan sebagai ruang acara, sementara lantai satu dan mezanin berbagi panggung utama,” kata Cox. “Setiap area memiliki nuansa tersendiri, dan kami menyesuaikan pengaturan audionya agar sesuai dengan suasana masing-masing.

Area rooftop gedungnya lebih intim dan terbuka, sehingga sangat cocok untuk pertunjukan akustik dan performance saat matahari terbenam. “Kami menggunakan unit TF-RACK di sana,” jelas Cox. “Karena ruangnya terbatas, kami melakukan seluruh proses mixing menggunakan tablet. Kami bergerak di dalam ruangan, menyesuaikan EQ dan level secara real-time. Semuanya harus dilakukan secara cepat dan intuitif karena tidak ada konsol untuk diandalkan, hanya ada telinga dan tangan kami.”

Mixing untuk setiap Momen

Tim Cox menggunakan pengaturan konsol yang fleksibel agar dapat beradaptasi dengan cepat dengan berbagai penampilan dan genre musik. “Kami menggunakan festival patch untuk operasional house,” jelasnya. “ Konfigurasi ini mencakup jalur trek, instrumen pendukung, dan kami menggandakan sambungan channel sehingga dapat melakukan EQ dan kompresi secara terpisah untuk front of house dan monitor.”

Pengaturan ini memastikan bahwa setiap performer dapat mendengar persis apa yang mereka butuhkan dan audiens menikmati hasil mixing yang kaya, dinamis, dan penuh emosi. “Para musisi selalu berkomentar bahwa kualitas suara di sini sangat bagus,” ujar Cox. “Mereka berkata bahwa mereka bisa mendengar lebih jelas di venue kami dibandingkan venue lain di pusat kota.”

Artis Nasional: Suara Berkualitas Tinggi

Tim audio menunjukkan kemampuan terbaiknya selama menangani acara dan festival dengan tekanan tinggi seperti Ole Red on the Rise yang mendatangkan para artis berskala nasional. Untuk menjaga alur kerja tetap cepat dan stabil, Cox mengoperasikan sistem front of house dan monitor secara terpisah. “Kami menggunakan dua konsol dengan Rio rack terpisah untuk kontrol head amp independen serta menggunakan sistem patching yang efisien. Sound Engineer tamu dapat ikut serta pada saat line check, sementara engineer in-house kami membantu secara real-time. Cara ini terbukti cepat dan efektif.”

DM7: Alur Kerja yang Menjaga Musik Tetap Mengalir

Konsol Yamaha DM7 telah menjadi bagian penting dalam alur kerja Ole Red. “Dengan konsol ini, kami dapat menangani semuanya, mulai dari acara Ole Red on the Rise hingga buyout untuk artis nasional,” ujar Cox. “Dua orang dapat bekerja di konsol yang sama secara bersamaan. Satu orang mengatur EQ, sementara yang lain mengatur kompresi atau panning. Fleksibilitas seperti itu mengubah segalanya.”

Cox juga mengapresiasi tata letak dan kustomisasinya. “Kami menambahkan extra wing untuk mendapatkan lebih banyak user-defined keys,” jelasnya. “Kami telah memetakan bank khusus untuk wedge mix, in-ear mix, talkback, dan shout box. Semuanya cepat dan intuitif.”

Sound Engineer tamu pun merasakan manfaatnya. “Kami menjaga agar layer fader tetap saling terhubung sehingga tidak terjadi kebingungan antara layer front of house dan monitor,” ujar Cox. “Tidak perlu lagi memberi tanda di konsol. Kami cukup menunjukkan tombol-tombolnya kepada mereka, dan mereka langsung bisa menggunakannya.”

  • Gambar: Matthew Cox, Joey McCarrick, dan Stephanie Marin, Foto oleh K. Anzakdua

Matthew Cox, Joey McCarrick, dan Stephanie Marin

Ketika Suara Menjadi Lebih dari Sekadar Kenangan

Di kota di mana musik ada di mana-mana, Ole Red tampil menonjol karena kejernihan, konsistensi, dan perhatiannya pada detail. “Kami bukan sekadar bar biasa,” ujar Cox. “Kami adalah tempat di mana para Musisi dapat menampilkan performa terbaiknya dan di mana audiens dapat benar-benar merasakan musik.”

Baik itu perilisan album dari bintang yang sedang naik daun maupun penampilan dadakan dari grup musik stadion, Ole Red menghadirkan suara yang menggugah. Dan di balik semua itu ada sebuah tim yang memahami bahwa audio yang hebat bukan hanya soal teknis tetapi juga soal emosi.

“ Ketika mixing-nya tepat,” ujar Cox, “musik akan terdengar lebih kuat. Suara audiens semakin riuh. Dan orang-orang pulang dengan membawa lebih dari sekadar kenangan tetapi juga membawa perasaan.”

Informasi

Lokasi

Amerika

Produk Terkait

Studi Kasus Terkait

to page top

Select Your Location