Montgomery Performing Arts Centre Melakukan Upgrade dengan Yamaha RIVAGE PM7 dan Konsol Mixing CL5

Dari kiri ke kanan, Nate Sipple, PM; Alex Craig, TD; "Overkill Bill" Young Sr. TD; dan Allen Sanders, GM.

Montgomery Performing Arts Center (MPAC) kini memiliki alur kerja mixing audio yang sebanding dengan karakteristik suara teaternya, dengan tambahan terbaru mixer digital Yamaha RIVAGE PM7 dan CL5.

"Kami memiliki ruangan dengan tata akustik yang hebat," kata Bill Young, direktur teknis senior di MPAC. “Sejak dibuka pada tahun 2008, kami telah melakukan berbagai peningkatan serius dalam hal desain dan sistem loudspeaker di aula kami dan konsol baru ini merupakan bagian akhir untuk melengkapi ruangan kami. Sekarang kita dapat mendengar seperti apa suara sistem kita sebenarnya. “

Banyak aksi musikal yang dimainkan di MPAC tidak membawa konsol FOH atau monitor sendiri.. Akibatnya, tim MPAC seringkali harus menyewa konsol untuk mengakomodasi setiap tur.

"Kami membutuhkan konsol in-house yang akan meningkatkan kualitas suara kami dan juga 'ramah pengguna' dengan kebutuhan waktu pelatihan seminimal mungkin bagi engineer tur yang mungkin tidak terbiasa dengan mixer in-house tersebut," kata Young.

Young mencatat bahwa karena RIVAGE PM7 dan CL5 sudah banyak digunakan dan fiturnya sudah dipahami oleh banyak engineer lintas aliran musik, sebagian besar pertunjukan kini menggunakan konsol baru MPAC, yang pada akhirnya mengurangi frekuensi penyewaan mixer dari luar MPAC.

Konsol-konsol Yamaha dipilih karena "lonjakan kehadiran & permintaan konsol CL series dan RIVAGE PM7 di riders pengguna," sebuah tren yang dikaitkan oleh Young dengan fakta bahwa konsol-konsol ini mengombinasikan semua fitur yang biasanya diminta oleh engineer live sound: ergonomi yang nyaman, tata letak fader yang logis, sistem menu yang mudah dinavigasi, kemampuan untuk menyimpan dan mengingat pengaturan dari produksi sebelumnya dengan mudah dan input/output yang cukup untuk mendukung semua jenis performance.

"Rivage PM7 dan CL5 memenuhi semua kebutuhan kami dan bahkan beberapa hal lainnya," tambahnya. MPAC juga menyelenggarakan acara non-musik seperti konferensi dan kompetisi dansa dan sekarang kemampuan sistem audio baru mereka memungkinkan tim MPAC untuk menangani beban kerja yang beragam ini dengan mudah.

Konsol dioperasikan pada jaringan Dante redundan dengan menggunakan switch jaringan Yamaha 16-port agar saluran audio primer dan sekunder dapat dikelola di dalam konsol untuk pengoperasian yang bebas gangguan. "Jika jaringan primer bermasalah maka jaringan sekunder akan segera mengambil alih," katanya.

Unit ini juga memberi Young fleksibilitas apakah akan menggunakan konsol ini di FOH atau monitor. "Jika kita membutuhkan 20 ear mix stereo untuk sebuah pertunjukan, maka RIVAGE PM7 akan digunakan di monitor," katanya. "Pertunjukan lain mungkin hanya membutuhkan enam wedge mix di atas panggung sehingga CL5 mengambil pekerjaan monitor. Kita dengan mudah dapat melakukannya melalui fungsi multi-track untuk rekaman live, untuk kemudian diedit di pasca-produksi atau melakukan soundcheck virtual, semuanya tanpa menambahkan kabel lain. Kemungkinannya tidak terbatas."

MPAC menggunakan interface Rio I/O yang tersambung dengan HY card dengan sample-rate-converter untuk mendukung sample rate yang berbeda-beda.

"Kita dapat menjalankan RIVAGE PM7 di FOH pada 96 kHz dan CL5 pada monitor yang beroperasi pada 48 kHz," katanya. "Kartu ini memungkinkan kami menggunakan kedua konsol dengan sample rate yang berbeda dan membuat teknologi Dante bisa mendeteksi dan membuatnya bekerja. Unit ini mudah dioperasikan."

Peralatan Yamaha disuplai oleh Rod Sintow dari Pro Sound & Video, Miami, Fla. Kedua konsol ditempatkan dalam casing lipat yang dibuat khusus, yang dibangun di Polandia oleh Perusahaan ZCase milik Lukasz Zawada untuk operasi pemasangan satu orang dengan cepat. Young juga memuji manajemen MPAC, terutama GM Allen Sanders, dengan menjadikan kualitas audio sebagai prioritas bagi para tamu dan artis yang tampil, dan termasuk melakukan upgrade ke konsol Yamaha.

"Tidak seperti teater-teater tua yang umumnya dibangun untuk mengamplifikasi ucapan," katanya, "ini ruang yang secara akustik 'mati', sehingga buat musik yang diamplifikasi, hal ini menjadi menjadi impian para teknisi tata suara.”

Alabama, AS