Teatro La Fenice dan Teatro Malibran: Menyatukan Masa Lalu dan Masa Kini dengan RIVAGE PM5

  • Performing Arts Center & Theater
  • Installed Sound Reinforcement
  • Tampilan interior gedung opera Teatro La Fenice, yang menunjukkan auditorium megah, panggung, dan kursi dari sudut pandang audiens.

Didirikan pertama kali pada tahun 1792, Teatro La Fenice merupakan salah satu gedung opera paling bergengsi di dunia. Meskipun pernah mengalami dua kali kebakaran hebat, gedung ini selalu berhasil dibangun kembali sesuai kejayaannya di masa lalu. Baru-baru ini, Yamaha RIVAGE PM5 digital mixing system membawa fasilitas rekaman di Teatro la Fenice dan gedung saudaranya yang lebih tua, Teatro Malibran, menjadi jauh lebih modern dan mutakhir.

Berlokasi di distrik San Marco yang terkenal di Venesia, Teatro La Fenice adalah salah satu tempat pertunjukan opera, konser, dan acara terkemuka di dunia, yang memadukan warisan sejarahnya dengan inovasi modern. Gedung ini memiliki hubungan yang lama dengan teknologi audio Yamaha, yang ketangguhannya dibuktikan melalui penggunaan salah satu sitem baru Yamaha RIVAGE PM5 yang kini digunakan untuk menggantikan console digital Yamaha PM1D (yang diluncurkan pada tahun 2001).

Sementara itu, Teatro Malibran, venue yang lebih kecil - didirikan pada tahun 1678 di Venesia – kini juga menggunakan sistem RIVAGE PM5 untuk menggantikan console mixing analog sebelumnya. Meskipun Yamaha PM1D masih berfungsi dengan sempurna, sistem RIVAGE PM5 jelas merupakan langkah maju yang besar dari segi teknologi dan fleksibilitas. Hal ini memungkinkan Michele Benetello - kepala departemen audio visual Teatro La Fenice - dan timnya untuk meningkatkan kualitas rekaman pertunjukan sesuai dengan kualitas yang diharapkan oleh audiens saat ini.

  • Tampilan eksterior Teatro Malibran di Venice, menampilkan  fasad bersejarah dengan pilar, bendera, dan detail arsitektur klasik.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan kualitas rekaman setinggi mungkin, melalui penempatan mikrofon yang cermat, studi musikal dan teknis opera yang mendalam, keahlian tim kami, proses monitoring langsung selama pertunjukan, serta evaluasi kritis terhadap hasil playback,” ujarnya.

“Di Teatro La Fenice, kebutuhan utamanya adalah mikrofon preamplifier yang lebih baik dan mendapatkan sinyal audio yang lebih detail, mengintegrasikan protokol Dante untuk rekaman dan distribusi, serta mengadopsi workflow yang lebih modern dan fleksibel yang mencakup penggunaan plug-in, reverb, EQ, dan sebagainya. Di Teatro Malibran, fokusnya adalah melakukan transisi ke sistem digital dan menyelaraskan workflow di kedua studio.”

Tim teknis Yamaha Italia mengunjungi kedua lokasi tersebut, mengevaluasi dengan cermat guna menentukan solusi terbaik, serta merekomendasikan RIVAGE PM5 sebagai kombinasi ideal antara fitur, ukuran mixing surface, dan kemudahan penggunaan untuk memenuhi kebutuhan teknis kedua gedung tersebut, sekaligus menjadi peningkatan signifikan dari sistem sebelumnya.

  • Tampilan interior  auditorium Teatro La Fenice secara luas, menonjolkan dekorasi langit-langit,   beberapa tingkat balkon, dan kursi berwarnamerah.

"Seiring waktu, kami telah membangun kepercayaan yang kuat terhadap keandalan produk Yamaha dan kualitas dukungan teknis dari perusahaan selalu tepat waktu dan informatif, sehingga hadirnya tim teknis membuat kami dapat mengerjakan proyek ini dengan penuh keyakinan,” ujar Michele.

“Produk-produk Yamaha memungkinkan kami untuk menjalankan transisi ini dengan lancar, sekaligus membangun infrastruktur yang memungkinkan kami untuk menghubungkan berbagai lingkungan yang berbeda menggunakan protokol Dante dan mengontrol surface dari jarak jauh untuk pengecekan sistem.”

Ia melanjutkan, "Instalasi ini membawa kemajuan yang sangat jelas - hasil audio kini jauh lebih baik dari sebelumnya, teknologi yang digunakan telah diperbarui dan workflow kami menjadi lebih sederhana dan modern, sehingga operasional dapat berjalan lebih lancer dan cepat. Kami sangat puas!"

  • Audio engineer mengoperasikan  digital mixing console  Yamaha di ruang kontrol selama perekaman  live performance.

Daftar perangkat Yamaha

  • 2 CS-R5 control surface
  • 2 DSP-RX processor
  • 4 HY256-TL TwinLane interface card
  • 2 HY144-D-SRC interface card
  • 2 RPio622 I/O rack
  • 7 RY16-ML-SILK interface card
  • 2 MY8-ADDA96 96kHz interface card
  • 2 MY8-AE96 96kHz interface card
  • 2 AIC128-D Dante accelerator card

Lokasi

Italia

Produk Terkait

Studi Kasus Terkait

to page top

Select Your Location