Keandalan yang Kokoh: Mixer Yamaha Mendukung Subfrantic di Lagos

  • Live Events
  • Live Sound & Event Production
  • Tampilan  luas The Experience 2025 di Lagos, Nigeria, yang menampilkan  panggung  outdoor besar dengan pencahayaan dan layar video, di hadapan  ribuan jemaat  dalam acara musik gospel tahunan tersebut.

Menarik lebih dari 500.000 jemaat selama 12 jam produksi, The Experience adalah konser musik gospel tahunan yang spektakuler, yang diselenggarakan oleh House On The Rock, sebuah gereja di Lagos, Nigeria. Gereja tersebut bersama perusahaan produksi yang berbasis di London, Subfrantic, telah menggunakan konsol mixing digital Yamaha untuk mixing live dan siaran selama 12 tahun, dan tahun ini mereka memilih sistem RIVAGE PM10, DM7, dan DM7 Compact untuk menghadirkan musik, khotbah, dan pertunjukan lainnya kepada penonton secara langsung maupun ribuan penonton lainnya secara online.

Diselenggarakan di Tafawa Balewa Square, Lagos, penyelenggaraan The Experience ke-20 ini merupakan yang terbesar sejauh ini, dengan 60 penampilan dan sesi doa tanpa jeda dalam pertunjukan yang berlangsung dari senja hingga fajar. Subfrantic telah terlibat sejak tahun 2013, menangani kebutuhan front of house dan monitor sound, desain panggung, pencahayaan, video, produksi/manajemen panggung, serta keselamatan kelistrikan. Direktur pelaksana Steve Davies bertindak sebagai manajer produksi acara sekaligus mengawasi sistem suara FoH.

Mix FOH utama telah menggunakan sistem Yamaha RIVAGE PM10 selama enam tahun terakhir. Awalnya Subfrantic mendatangkan sistem mereka sendiri, tetapi House On The Rock sangat terkesan sehingga akhirnya mereka berinvestasi pada sistem mereka sendiri, yang telah digunakan di The Experience maupun The Rock Cathedral di Lagos sejak saat itu. Sementara itu, tahun ini Subfrantic membawa DM7 Compact sebagai continuity desk.

“Tahun ini, untuk pertama kalinya, kami memiliki dua sub-stage kecil. Konsepnya adalah agar penampil akan tampil di panggung-panggung tersebut sementara kami bersiap untuk penampil berikutnya di panggung utama,” ujar Steve. “Saat engineer lokal atau tamu di RIVAGE PM10 utama sedang bersiap-siap, saya berada di DM7 Compact untuk mengurus pembawa acara, pengumuman, dan beberapa penampil dengan backing track.”

“Dengan adanya continuity console ini, jumlah channel yang tersedia memang bertambah, tetapi yang lebih penting, para tim penampil utama memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pertunjukan mereka, sehingga tidak perlu melakukan pergantian yang terburu-buru. Pada acara yang begitu besar dan bertekanan tinggi dengan begitu banyak penampil, sistem ini jelas membuat proses pergantian antar penampil menjadi lebih mudah.”

Monitor dan networking

Di posisi monitor, konsol DM7 yang baru saja dibeli oleh House On The Rock menangani mix utama. Enam unit Yamaha Rio3224-D2 I/O rack digunakan untuk menangani sekitar 110 input channel, yang sebagian besar terdiri dari drum, dua rig bass, empat rig keyboard, dua rig gitar, 12 channel backing track, 16 channel mikrofon wireless, serta delapan mikrofon audiens untuk kebutuhan broadcast mix. Output yang digunakan terdiri dari 20 channel in-ear monitor serta 28 wedge dan sidefill, yang didistribusikan ke seluruh panggung utama dan sub-stage.

  • Engineer House On The Rock, Ebenezer Odumlami dan Gbogboade Pillar, mengoperasikan konsol mixing digital Yamaha DM7 di posisi monitor selama The Experience 2025.

Ebenezer Odumlami dan Gbogboade Pillar dari House of the Rock di posisi monitor DM7

“Kami sangat senang ketika melihat DM7 ditambahkan beberapa tahun yang lalu,” ujar Steve. “Sebelumnya, salah satu dari dua konsol Yamaha CL3 mereka digunakan untuk monitor, tetapi kami akhirnya harus berimprovisasi mencari solusi untuk mendapatkan lebih banyak feed dan bus daripada yang tersedia pada CL3. Hal ini termasuk melakukan repatching dan berbagi IEM pack, yang selalu menjadi mimpi buruk bagi tim manajemen panggung karena mereka harus pergi ke belakang panggung untuk mengambilnya setelah seorang artis selesai tampil, lalu menyiapkannya untuk penampil berikutnya!

"Jumlah bus DM7 yang jauh lebih banyak telah membuat proses ini menjadi jauh lebih mudah, tetapi kami masih harus berimprovisasi dan mencari akal untuk hal-hal tertentu terutama ketika bagian lain dari infrastruktur yang digunakan belum tentu mampu memenuhi standar yang dihadirkan oleh DM7."

Bekerja bersama tim teknis House On The Rock, tim Subfrantic yang beranggotakan delapan orang menghadapi sejumlah tantangan, dengan keandalan menjadi salah satu faktor utama.

"Iklim Lagos yang lembap menjadi tantangan tersendiri bagi tim maupun peralatan. Memastikan pasokan listrik yang stabil, bersih, dan aman untuk seluruh produksi juga menghadirkan tantangan tersendiri karena, meskipun standar di sini terus meningkat dari tahun ke tahun, begitu pula dengan tuntutan terhadap tim kelistrikan lokal dan infrastruktur mereka," ujar Steve.

Tantangan lainnya dalam produksi sebesar ini adalah kebutuhan untuk mendatangkan peralatan dari berbagai sumber. "Ini bukan hanya tentang memastikan semuanya dapat bekerja dengan baik, melainkan memastikan seluruh perangkat memiliki firmware yang kompatibel dan versi terbaru, karena satu pemasok mungkin sudah memperbarui perangkatnya sementara yang lain mungkin belum," ujar Steve. "Jika kami menggelar sistem sebesar ini di Inggris, semua peralatan akan dimasukkan ke dalam flightcase dan melalui proses pengujian terlebih dahulu, namun, kemudahan seperti itu tidak kami miliki saat mengerjakan acara sebesar ini di Lagos."

  • Yamaha Rio3224-D2 audio I/O rack yang terpasang sebagai bagian dari sistem tata suara live untuk The Experience 2025 di Lagos, Nigeria.
  • Konsol mixing digital Yamaha DM7 dan laptop yang menjalankan  software Dante Controller di posisi front-of-house selama The Experience 2025 di Lagos, Nigeria.

Meskipun jaringan audio telah berbasis Dante selama bertahun-tahun, tahun ini untuk pertama kalinya jaringan tersebut dipindahkan ke fiber. “Tahun lalu kami sudah mencapai batas kemampuan dari beberapa jalur Cat 5 dan Cat 6 yang telah digunakan selama lebih dari satu dekade, jadi kali ini kami memperbarui infrastruktur utama acara dengan membawa sistem multicore OM4 multimode fibre dan jaringan switch dari Inggris,” jelas Steve.

“ Dengan sistem ini, kami dapat melakukan routing beberapa stream Dante sekaligus dengan berbagai stream Artnet dan NDI, ditambah sistem komunikasi, koneksi internet untuk produksi, dan berbagai kebutuhan lainnya melalui perangkat Starlink yang juga kami bawa. Kehadiran backbone berbandwidth tinggi antara posisi FoH dan panggung memberikan perbedaan yang sangat besar.”

Broadcast dan streaming

Sementara itu, House On The Rock menangani broadcast/ streaming mix serta multitrack recording dari sebuah ruang kedap suara. Menggunakan satu unit Yamaha DM7 lain yang baru dibeli bersama CL5 yang telah mendukung acara ini dengan baik selama beberapa tahun sebelumnya, monitor aktif Yamaha HS8 juga membantu memastikan seluruh pendengar dapat menikmati kualitas suara yang optimal.

“Orang-orang menikmati The Experience melalui ponsel mereka, TV, berbagai perangkat, dan dari banyak tempat yang berbeda. Tujuan kami adalah memastikan semua orang dapat merasakan atmosfer dan pengalaman yang sama dari The Experience,” ujar Muyiwa Isiaka, broadcast mix engineer.

"Sebelumnya kami menggunakan CL5 untuk master broadcast dan streaming mix, dengan CL3 untuk melakukan submix pada mikrofon audiens. Tahun ini kami menggunakan DM7 untuk master mix, sedangkan CL5 menangani mikrofon audiens. Pada tahun-tahun sebelumnya, kami tidak selalu memiliki jumlah channel yang cukup, tetapi tahun ini jumlah channel DM7 yang lebih banyak membuat kami dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Ini adalah pertama kalinya saya menggunakan DM7 dan ini adalah mixer yang luar biasa."

“Kami berencana untuk terus mengembangkan sistem ini di tahun-tahun mendatang,” tambah Steve. “ Dengan menambahkan DM7 ketiga ke dalam jaringan, berarti bahwa, kami tidak lagi membutuhkan konsol CL, dengan demikian, kedua sisi split kini dapat dijalankan pada 96 kHz, yang menjadi sebuah pencapaian penting dalam upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas The Experience menjadi lebih baik dari tahun ke tahun.”

Lanjutnya, "Selain itu, kemampuan pemrosesan DM7 yang lebih besar, ditambah dengan peningkatan kualitas dan jumlah efek serta fitur dynamics yang lebih tinggi memberikan tim broadcast lebih banyak perangkat untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan mereka. Mengingat kembali ke 12 tahun yang lalu, broadcast mix dilakukan menggunakan LS9-32 - ini adalah ilustrasi yang jelas mengenai seberapa jauh perkembangan yang telah terjadi selama kami terlibat dalam acara ini!"

  • Konsol mixing digital Yamaha CL3 dengan lembar  channel assignment dan layar  display aktif di The Experience 2025 di Lagos, Nigeria.

Refleksi

Saat Mr. M And Revelation mengakhiri penyelenggaraan The Experience ke-20 dengan penampilan yang meriah menjelang fajar di Lagos, Steve Davies merefleksikan acara sukses lainnya di mana kepercayaan perusahaan pada sistem mixing digital Yamaha kembali membuahkan hasil dalam produksi yang menantang ini.

  • Steve Davies dan Sam Wilkinson dari Subfrantic bersama engineer House On The Rock Ebenezer Odumlami di The Experience 2025 di Lagos, Nigeria.

Steve Davies dan Sam Wilkinson dari Subfrantic bersama Ebenezer Odumlami

"The Experience bukanlah acara yang mudah. Terlepas dari ukurannya, kami menghadapi puluhan tantangan setiap tahun yang harus kami atasi untuk menjadikan acara ini seperti sekarang, dan itu bukan hanya dalam hal audio, melainkan dalam keseluruhan produksi," ujarnya.

"Saya tidak dapat menjelaskan betapa tenangnya perasaan saya memiliki konsol Yamaha di seluruh acara ini. Konsol ini sangat tangguh dan memiliki keandalan yang luar biasa; konsol ini beroperasi di lingkungan yang paling berat dengan kelembapan tinggi, panas, dan badai petir hebat yang sesekali terjadi. Konsol ini dapat dibiarkan menyala selama berhari-hari tanpa masalah. Saat listrik padam, konsol ini dapat menyala kembali dengan cepat dan kembali ke kondisi yang sama sebelum listrik padam, semua orang tahu cara menggunakannya dan semuanya berbicara dalam bahasa yang sama. Oh – dan apakah saya sudah menyebutkan betapa bagusnya suara yang dihasilkan sistem RIVAGE PM? Itu adalah sesuatu yang tadinya saya anggap biasa saja selagi saya menghabiskan waktu untuk menangani persoalan lainnya!"

Ia melanjutkan, "Tim saya telah melakukan pekerjaan luar biasa di sini selama belasan tahun terakhir dan saya sangat bangga kepada mereka atas hal itu. Tim lokal bahkan lebih mengesankan dan merupakan sumber kebahagiaan serta kebanggaan besar bagi saya untuk melihat mereka berkembang secara profesional - dari yang membutuhkan bantuan kami dalam banyak hal hingga mulai mengambil alih berbagai tanggung jawab, bahkan hingga dapat mengajarkan beberapa hal kepada kami. Mengetahui bahwa kami turut menjadi bagian, meskipun kecil, dari perjalanan profesional mereka adalah hal yang sangat berarti.

"Para mitra peralatan kami jugasama pentingnya, dan tidak ada satu pun dari mereka yang memberikan kontribusi sebesar Yamaha dalam pertumbuhan acara ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yamaha atas produk-produk yang luar biasa dan dukungan yang terus-menerus diberikan, baik di Inggris maupun di Nigeria."

  • Area tempat duduk tribun dan operasi acara dengan tenda dan peserta di The Experience 2025 di Lagos, Nigeria.

Informasi

Lokasi

Nigeria

Produk Terkait

Studi Kasus Terkait

to page top

Select Your Location